Kobarkan Semangat Pancasila, PLN UPT Kupang Cetak Calon Teknisi Undana Berjiwa Safety Culture

KUPANG, NUSA FLOBAMORA—Merayakan Hari Lahir Pancasila dengan aksi nyata, PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Kupang merangkul generasi muda lewat edukasi keselamatan kerja.

PLN menggelar sesi safety induction interaktif bagi mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Universitas Nusa Cendana (Undana) pada Rabu (3/6/2026).

Langkah strategis ini menjadi bukti nyata komitmen PLN dalam menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap keselamatan kerja sejak dini.

Edukasi yang diinisiasi oleh Tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) PLN UPT Kupang ini merupakan gerbang wajib sebelum mahasiswa melakukan observasi lapangan di Gardu Induk (GI) Maulafa.

Mahasiswa dibekali pemahaman mendalam mengenai mitigasi risiko bahaya kelistrikan, prosedur keselamatan, hingga tata tertib ketat di area instalasi tegangan tinggi.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT), F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk tanggung jawab moral PLN dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul dan berkarakter di NTT.

“Adik-adik mahasiswa adalah aset masa depan bangsa. Momentum Hari Pancasila ini menjadi pengingat bahwa disiplin terhadap keselamatan bukan sekadar kepatuhan aturan, melainkan wujud tertinggi dari rasa kemanusiaan.

“Kami ingin mereka menyerap ilmu industri ini dan yang paling utama, kembali ke rumah dengan selamat,” ujar Eko.

Senada dengan hal tersebut, Manager UPT Kupang, Muhammad Husen, menekankan bahwa aspek keselamatan adalah harga mati yang tidak boleh ditawar dalam operasional PLN.

“Kami sangat mendukung proses belajar mahasiswa di lapangan. Namun, memastikan proses tersebut berjalan aman adalah prioritas mutlak. Safety induction ini adalah proteksi awal yang wajib dipahami sebelum mereka berinteraksi langsung dengan industri bertegangan tinggi,” kata Husen.

Dalam sesi sosialisasi, Team Leader K3 UPT Kupang, I Gede Agus Widanta, bersama tim memaparkan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang benar, batasan area aman, hingga simulasi tanggap darurat secara interaktif.

Mahasiswa diajak melihat bahwa kepatuhan K3 adalah cerminan nilai Pancasila di dunia kerja—sebuah gotong royong nyata untuk saling menjaga keselamatan jiwa.

Rian A. P. Geno, salah satu mahasiswa peserta, mengaku mendapatkan sudut pandang baru yang sangat berharga dari kegiatan ini.

“Selama ini kami hanya mempelajari teori di ruang kuliah. Di sini, PLN membuka mata kami bahwa industri besar dibangun di atas fondasi keselamatan yang sangat ketat. Ini bekal krusial sebelum kami terjun ke dunia kerja yang sesungguhnya,” tutur Rian.

Selain edukasi K3, PLN juga mengajak para mahasiswa menjadi pelopor digitalisasi sektor kelistrikan dengan memanfaatkan aplikasi PLN Mobile.

Aplikasi ini mempermudah masyarakat mengakses pengaduan gangguan, pembelian token, hingga permohonan pasang baru dalam satu genggaman.

Melalui sinergi kuat antara dunia pendidikan dan industri ini, PLN berharap kunjungan lapangan tersebut mampu melahirkan teknisi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter safety culture yang kuat demi kemajuan ketenagalistrikan di bumi Nusa Tenggara Timur.(*/ER)