NGADA,NUSA FLOBAMORA—-PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Kupang Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Flores Timur bergerak cepat mengatasi temuan hotspot (titik panas) pada Tower 313. Titik panas tersebut terdeteksi pada Fasa R jalur Ropa–Bajawa dan Fasa S jalur Aesesa–Bajawa, pada Rabu (24/06).
Langkah preventif ini dilakukan untuk mencegah potensi gangguan jaringan transmisi. Sekaligus, memastikan pasokan listrik di wilayah Flores tetap aman, andal, dan berkelanjutan.
Pekerjaan pemeliharaan ini merupakan tindak lanjut dari hasil inspeksi berkala. Tim di lapangan mengidentifikasi adanya peningkatan temperatur (hotspot) pada peralatan transmisi. Jika dibiarkan, kondisi tersebut berpotensi memicu anomali yang mengganggu keandalan sistem kelistrikan.
Oleh karena itu, tindakan korektif segera diambil. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemeliharaan berbasis kondisi (condition-based maintenance) demi menjaga performa aset transmisi tetap optimal.
Seluruh rangkaian pekerjaan dilaksanakan dengan komitmen penuh terhadap keselamatan kerja.
Proses dimulai dari taklimat keselamatan (safety briefing), pembebasan tegangan, dan pengecekan bebas tegangan menggunakan peralatan standar. Selanjutnya dilakukan pemasangan grounding lokal, pelaksanaan pemeliharaan, hingga pemeriksaan akhir (final check) dan penormalan sistem sebelum jaringan kembali dioperasikan.
Pengawas Pekerjaan, Marianus Wora, menjelaskan bahwa setiap temuan hotspot merupakan indikator awal yang wajib segera diatasi. Hal ini penting agar tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.
“Melalui pekerjaan ini, kami memastikan kondisi peralatan kembali optimal sehingga risiko gangguan dapat diminimalkan. Seluruh tahapan dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dengan mengutamakan aspek keselamatan kerja serta kualitas hasil pemeliharaan,” ujar Marianus.
Senada dengan hal tersebut, Manager ULTG Flores Timur, Bayu Kurniawan, menegaskan bahwa konsistensi pemeliharaan adalah kunci utama dalam menjaga kontinuitas pasokan listrik kepada masyarakat.
“Respons cepat terhadap temuan hotspot ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam memberikan pelayanan terbaik melalui pengelolaan aset transmisi yang andal dan berkualitas.
Setiap anomali di lapangan harus segera dieksekusi agar tidak mengganggu kenyamanan pelanggan,” jelas Bayu.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, mengapresiasi kesigapan tim di lapangan. Ia menegaskan bahwa mitigasi risiko adalah strategi utama PLN di NTT.
“Keandalan pasokan listrik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan merespons gangguan, tetapi justru pada konsistensi kita dalam melakukan pemeliharaan preventif. PLN terus memperkuat budaya kerja yang mengedepankan keselamatan, profesionalisme, dan inovasi.
“Kami ingin memastikan seluruh masyarakat Flores menikmati layanan listrik yang andal dan berkelanjutan,” tegas Eko.
Dengan selesainya pekerjaan pada Tower 313, sistem transmisi di wilayah tersebut kini telah kembali beroperasi normal secara penuh.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen PLN dalam merawat infrastruktur ketenagalistrikan melalui manajemen pemeliharaan yang terencana, responsif, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.(*/ER)






