Perkuat Profil Investasi Daerah, Undana Jalin Kemitraan Strategis dengan PT Kawasan Industri Bolok

KUPANG, NUSA FLOBAMORA— Universitas Nusa Cendana (Undana) terus memperkuat kontribusi nyatanya dalam memacu pertumbuhan ekonomi daerah.

Langkah strategis ini dibuktikan melalui kolaborasi erat bersama dunia industri, yang diinisiasi lewat pertemuan hangat dengan jajaran direksi PT Kawasan Industri Bolok (KIB) di Ruang Rapat Rektor Undana pada Kamis (23/7/2026).

Mewakili Rektor Undana Prof. Dr. Ir. Jefri Samuel Bale, S.T., M.Eng., Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si., menyambut langsung kunjungan Direktur Utama PT KIB, Rusyanto Nehemia Constatin Hiskia.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Direktur Keuangan dan Operasional Kretisana Jagi, serta Direktur Kerja Sama dan Pengembangan Usaha Martinus A. Sengaji Tokan.

Pertemuan intensif ini membahas berbagai peluang kemitraan strategis. Mulai dari penelitian akademis, pengkajian potensi investasi, pengabdian masyarakat, hingga program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik bagi mahasiswa.

Dukungan Kajian Ilmiah untuk Optimalisasi Lahan 900 Hektare

Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama PT KIB Rusyanto Nehemia Constatin Hiskia memaparkan bahwa pihaknya kini tengah gencar melakukan pembenahan. Upaya ini bertujuan agar kawasan industri seluas 900 hektare yang mereka kelola mampu menjadi magnet investasi, baik di kancah nasional maupun internasional.
Rusyanto mengakui bahwa pertumbuhan kawasan selama ini belum berjalan maksimal karena tantangan infrastruktur dan minimnya riset ilmiah mengenai potensi investasi.

Menjawab tantangan tersebut, PT KIB menggandeng Undana sebagai mitra akademik utama guna menyusun profil investasi yang akurat, komprehensif, dan berbasis data terpercaya.
Selain penguatan sektor riset, kolaborasi ini juga membuka ruang bagi mahasiswa Undana untuk terjun langsung melalui program KKN.

Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat membantu pemetaan kawasan sekaligus menggerakkan pemberdayaan masyarakat di sekitar lingkungan industri.

“Calon investor membutuhkan informasi yang matang, akurat, dan berbasis data ilmiah sebelum menanamkan modalnya. Melalui kerja sama penelitian dengan Undana, kami ingin menyajikan data komprehensif mengenai keunggulan kawasan dan peluang usaha potensial yang siap dikembangkan,” tegas Rusyanto.

Kesiapan Tim Riset Undana dan Peluang Kerja Sama Lintas Disiplin Ilmu

Menanggapi tawaran tersebut, Wakil Rektor I Undana Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si. mengapresiasi inisiatif PT KIB dalam melibatkan institusi pendidikan tinggi. Terkait program KKN, Prof. Annytha menjelaskan bahwa lokasi untuk tahun 2026 telah ditetapkan, namun penempatan di Kawasan Industri Bolok sangat terbuka untuk dipersiapkan pada periode berikutnya.

Undana menyatakan kesiapannya menerjunkan tim peneliti dari berbagai disiplin ilmu guna membantu penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), kajian sosial, hingga aspek ekonomi. Pihak PT KIB diminta menyiapkan data rinci kawasan dan draft naskah kerja sama sebagai pijakan penyusunan proyek percontohan (piloting project). Secara khusus, kawasan industri ini juga dinilai sangat potensial untuk dikerjasamakan dengan Program Studi Kehutanan Undana dalam hal praktik lapangan, penelitian konservasi, dan pengelolaan kawasan berkelanjutan.

Wakil Rektor I Undana Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si.
“Kami siap memberikan dukungan melalui tim akademik dan kelompok-kelompok riset yang dimiliki Undana. Tim tersebut dapat membantu berbagai kebutuhan kajian, termasuk AMDAL, kajian sosial, ekonomi, maupun aspek lainnya yang dibutuhkan dalam pengembangan kawasan industri,” tegas Wakil Rektor I Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si.

Mengikis Keraguan Investor Melalui Data Ilmiah demi Percepatan Pembangunan NTT

Sinergi strategis antara Undana dan PT Kawasan Industri Bolok ini membawa dampak perubahan yang sangat nyata bagi iklim investasi dan industrialisasi di Nusa Tenggara Timur. Selama ini, potensi lahan industri seluas 900 hektare di Bolok kurang dilirik oleh investor besar karena ketiadaan data riset akademis yang valid, pemetaan potensi yang samar, serta minimnya kajian analisis dampak lingkungan dan sosial yang terukur.

Keterbatasan informasi berbasis data tersebut menciptakan keraguan di kalangan calon investor, sehingga kawasan industri daerah sulit berkembang pesat. Pola promosi investasi tanpa sokongan kajian ilmiah yang kuat terbukti membatasi masuknya modal dan memperlambat penyerapan tenaga kerja di NTT.

Melalui keterlibatan pakar dan tim riset Undana dalam menyusun dokumen kajian akademis, profil investasi, hingga studi kelayakan lingkungan ini, hambatan ketidakpastian data tersebut resmi diurai. Dampak jangka panjangnya, PT KIB memiliki daya tawar yang kuat serta profil investasi tepercaya yang mampu meyakinkan investor nasional maupun internasional untuk menanamkan modalnya di NTT.

Langkah kolaboratif ini mempertegas peran Undana dalam mensinergikan riset perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia industri, sekaligus menjadi pendorong utama percepatan pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan berbasis ilmu pengetahuan. (Alk/ ER)