MAUMERE, NUSA FLOBAMORA– PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Bagian Timur (FBT) memperkokoh komitmennya dalam menghadirkan pelayanan prima bagi masyarakat.
Guna memastikan pasokan listrik tetap andal dan bebas gangguan, PLN menggelar program Akademi Pelayanan Teknik (Yantek) di Maumere pada Selasa (7/7).
Pelatihan intensif ini melibatkan puluhan petugas Yantek serta mitra kerja PLN. Melalui program ini, PLN berfokus pada tiga aspek krusial: penajaman kompetensi teknis, penguatan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta penyelarasan standar pelayanan di lapangan.
Sebagai garda terdepan, petugas Yantek memiliki peran yang sangat strategis. Mereka bertanggung jawab langsung dalam merespons keluhan pelanggan dan menjaga stabilitas sistem distribusi listrik. Oleh karena itu, Akademi Yantek hadir untuk membekali personel dengan regulasi terbaru, penyegaran Standar Operasional Prosedur (SOP), serta adaptasi teknologi terkini.
Agar lebih interaktif, pelatihan ini juga diisi dengan sesi diskusi, bedah studi kasus penanganan gangguan, dan berbagi pengalaman lapangan. Pendekatan ini bertujuan menyamakan persepsi sekaligus mempererat sinergi antara pegawai PLN dan mitra kerja.
Manager PLN UP3 Flores Bagian Timur, Eko Riduwan, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan investasi strategis pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Petugas Pelayanan Teknik adalah ujung tombak kami di masyarakat. Peningkatan kompetensi melalui Akademi Yantek ini menjadi langkah wajib agar setiap personel tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga menjadikan keselamatan sebagai budaya kerja.
Kami percaya, SDM yang unggul akan melahirkan pelayanan yang memuaskan bagi pelanggan,” ujar Eko.
Manfaat nyata dari pelatihan ini dirasakan langsung oleh para peserta. Martinus Kornelius Horon Rebu, salah satu petugas lapangan, mengaku mendapat banyak ilmu praktis yang siap diterapkan.
“Lewat akademi ini, kami memperoleh wawasan baru mengenai teknik penanganan gangguan jaringan dan urgensi K3. Materinya sangat relevan dengan tantangan harian di lapangan, sehingga kami bisa bekerja lebih cepat, aman, dan efisien,” ungkap Martinus.
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, mengingatkan pentingnya keseimbangan antara infrastruktur modern dan kesiapan SDM.
“Keandalan sistem kelistrikan tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada kualitas manusia yang merawatnya. Melalui Akademi Yantek, PLN terus mencetak SDM yang responsif dan adaptif. Target kami jelas: seluruh petugas di wilayah NTT harus memiliki standar pelayanan yang setara demi kepuasan masyarakat,” tegas Eko Sulistyono.
Melalui keberlanjutan program Akademi Yantek, PLN UP3 Flores Bagian Timur optimistis dapat mempercepat waktu penanganan gangguan dan mendongkrak kualitas layanan.
Pasokan listrik yang andal ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak roda ekonomi dan pembangunan di wilayah Flores Bagian Timur.(*/ER)







