Menggugah Semangat Patriotisme Muda, Kelurahan Penfui Gelar Aneka Lomba dan Festival Budaya HUT ke-81 RI

KUPANG, NUSA FLOBAMORA– Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Kelurahan Penfui, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang berlangsung sederhana namun penuh kemeriahan. Mengusung filosofi mendalam, “Sering Bersama Tidak Pernah Bersatu, Manakala Bersama Pasti Akan Bersatu”, seluruh elemen warga memadati Lapangan Piala Jaya pada Rabu (12/8/2026) untuk mengikuti pembukaan aneka lomba.

Lurah Penfui, Fransisko Dugis, menjelaskan bahwa agenda tahunan ini dirancang khusus untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus menghidupkan ruang gembira bagi masyarakat dalam momentum kemerdekaan.

“Melalui perlombaan dan pertandingan ini, saya berharap tumbuh suasana kegembiraan yang sehat, sportif, dan penuh kekeluargaan. Menang atau kalah bukan tujuan utama. Hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana kegiatan ini mempererat silaturahmi antara pemerintah kelurahan, masyarakat antar-RW dan RT, serta seluruh elemen di Penfui,” ujar Fransisko usai membuka acara.

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar senantiasa menjunjung tinggi kerja sama, disiplin, dan sportivitas selama kompetisi berlangsung.

Rangkaian kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama sepekan ini nantinya akan ditutup dengan Festival Budaya tingkat Kelurahan Penfui.

Penutupan tersebut rencananya akan dibuka langsung oleh Wali Kota Kupang, Cristian Widodo, serta melibatkan kolaborasi erat antara warga setempat dan personel TNI AU.

Sementara itu, Ketua RW 05 sekaligus Ketua Panitia Acara, Karolus Donggo, mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran panitia yang tetap solid meski dengan personel yang terbatas.

Ia mengungkapkan, konsep awal acara sebenarnya hanya berfokus pada festival seni dan budaya.

Namun, panitia melihat adanya nilai historis kemerdekaan yang penting untuk diwariskan kepada generasi penerus. Oleh karena itu, panitia menetapkan tema besar tahun ini: “Membangkitkan Semangat Juang Jiwa Patriotisme Generasi Muda Penerus Bangsa”.

“Kegiatan ini melibatkan warga dari 13 RW dan 15 RT se-Kelurahan Penfui. Jenis perlombaan seperti futsal, tarik tambang, lari zig-zag, jepit balon, hingga lompat balon jebakan, seluruhnya kami khususkan bagi anak-anak. Langkah ini selaras dengan tema untuk membentuk jiwa tangguh generasi muda,” papar Karolus.

Tidak hanya berfokus pada lomba anak-anak, festival ini juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal dengan menggandeng para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) asli Penfui. Kehadiran para pelaku usaha mikro ini menjadi penyokong utama kemeriahan stan kuliner dan kerajinan selama sepekan ke depan.

“Saya berharap, meskipun kegiatan ini dikemas secara kecil dan sederhana, filosofinya seperti akar yang kecil namun kokoh, ia akan mampu menopang dan memperkuat seluruh sendi kehidupan masyarakat di Penfui,” pungkas Karolus. ( ER)