KUPANG, NUSA FLOBAMORA—Bank Indonesia (BI) resmi berkolaborasi dengan Universitas Nusa Cendana (Undana) untuk membuka peluang pendanaan riset bagi mahasiswa yang sedang menyusun tugas akhir.
Melalui Program Bantuan Penelitian Kebanksentralan Bank Indonesia Tahun 2026, mahasiswa aktif dari jenjang Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3) berkesempatan mendapatkan stimulus dana segar untuk merampungkan studi mereka.
Program ini dirancang untuk menjaring gagasan akademis yang inovatif dan relevan dengan dinamika ekonomi nasional.
Klaster topik penelitian yang dapat diajukan mencakup bidang kebanksentralan makro, seperti kebijakan moneter, makroprudensial, sistem pembayaran digital, stabilitas sistem keuangan, dan sektor riil.
Selain itu, BI juga membuka ruang bagi penelitian dengan tren ekonomi dan keuangan hijau, syariah, sosial-humaniora, komunikasi, ilmu pemerintahan, hingga hukum.
Kuota Berdasarkan Fakultas dan Program Studi
Pada tahun anggaran ini, Bank Indonesia menyediakan kuota total untuk 75 proposal terpilih dari berbagai disiplin ilmu di Undana.
Manajemen universitas telah memetakan distribusi kuota pengajuan proposal ke dalam tujuh fakultas berikut:
*Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB): S1 Ekonomi Pembangunan (4), S1 Akuntansi (4), dan S1/S2 Manajemen (5).
*Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP): S1 Pendidikan Ekonomi (4) dan S1 Pendidikan Matematika (4).
*Fakultas Pertanian (FAPERTA): S1 Agribisnis (4), S1 Agroteknologi (4), S1 Kehutanan (4), dan S2 Ilmu Pertanian (2).
*Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP): S1 Manajemen Sumberdaya Perikanan (4) serta S1/S2/S3 Peternakan (6).
*Fakultas Hukum: S1/S2 Ilmu Hukum (5).
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP): S1/S2/S3 Administrasi Negara (6), S1/S2/S3 Administrasi Bisnis (6), dan S1/S2 Ilmu Komunikasi (5).
*Fakultas Sains dan Teknologi (FST): S1 Matematika (4) dan S1 Ilmu Komputer (4).
Syarat dan Mekanisme Pendaftaran
Untuk mendapatkan bantuan finansial ini, pelamar harus memenuhi sejumlah kriteria akademis, antara lain:
Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,25.
Tidak berstatus sebagai pegawai Bank Indonesia.
Sedang tidak menerima bantuan pendidikan atau riset sejenis dari lembaga lain.
Melampirkan surat rekomendasi resmi dari Ketua Program Studi atau pimpinan fakultas. Mekanisme pendaftaran dilakukan secara beralur ganda (hybrid).
Mahasiswa wajib mengunggah berkas digital melalui tautan resmi https://forms.gle/9w274GuEJbWQzbxQA sekaligus menyerahkan draf cetak (hardcopy) langsung ke Bagian Kemahasiswaan Rektorat Undana.
Untuk informasi lebih lanjut dan konsultasi teknis, pihak kampus menyediakan tiga jalur narahubung yang dapat dihubungi:
Erastus Benu (082188295482)
Fendy Laktosi (081237768845)
Yandi Manafe (081252803451)
Setelah melewati tahapan skrining administrasi awal di tingkat universitas, proposal yang lolos akan dikirim ke bank sentral. Selanjutnya, tim penguji (reviewer) internal Bank Indonesia akan melakukan penilaian substansi secara mendalam guna menentukan draf riset yang layak didanai.
Injeksi Dana Segar demi Hilirisasi Riset Lokal
Urgensi dari pelaksanaan program bantuan riset bersama Bank Indonesia ini adalah untuk memangkas angka keterlambatan kelulusan (drop-out) mahasiswa pascasarjana dan sarjana akibat kendala finansial dalam proses pengambilan data lapangan.
Lebih dari sekadar bantuan biaya, kemitraan strategis ini menjadi saluran penting bagi hilirisasi riset lokal mahasiswa Bumi Flobamora ke dalam sistem pengambil kebijakan moneter nasional.
Melalui program ini, hasil pemikiran kritis mahasiswa Undana diharapkan tidak berakhir menjadi pajangan di perpustakaan, melainkan menjelma menjadi rekomendasi kebijakan yang aplikatif untuk memperkuat stabilitas ekonomi regional di wilayah NTT. (Ika/ ER)






