Cerita Haru Dua Pekebun Ruteng Dapat Listrik Gratis dari PLN di Hari Lahir Pancasila

RUTENG, NUSA FLOBAMORA—Menyambut Hari Lahir Pancasila 1 Juni, PT PLN (Persero) mengobarkan semangat gotong royong nyata hingga ke pelosok negeri.

Melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Kupang dan Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Flores Barat, PLN menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat lewat program Light Up The Dream (LUTD).

Aksi sosial ini menyasar warga Desa Pong Murung, Ruteng, pada Selasa (26/5).

Gerakan ini menjadi manifestasi hidup dari sila kelima Pancasila, “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.” Merayakan momen bersejarah tersebut, Manager ULTG Flores Barat, Reza Bagus Nugrahardiyono, turun langsung bersama tim untuk menyalakan sambungan listrik gratis bagi warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan energi.

Program LUTD kali ini menyasar dua keluarga pekebun di RT 007 / RW 004 Desa Pong Murung yang bertahun-tahun merindukan kemandirian energi.

Mereka adalah Adrianus Magung (32), yang telah 5 tahun mendambakan listrik mandiri, serta Ignasius Nenggang (25), yang setia menanti kehadiran meteran listrik di rumahnya selama 3 tahun terakhir.

Kini, berkat donasi sukarela yang disisihkan langsung dari penghasilan para insan PLN, kedua keluarga tersebut akhirnya bisa berdiri di atas kaki sendiri.

Rumah mereka kini diterangi aliran listrik yang layak, aman, dan mandiri.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT), F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila merupakan momentum pengingat bagi seluruh insan PLN untuk terus membawa keadilan energi ke seluruh sudut negeri.

“Pancasila bukan sekadar dasar negara yang dihafalkan, melainkan napas kerja kami di PLN dalam menghadirkan keadilan sosial.

Lewat Light Up The Dream, insan PLN secara sukarela bergotong-royong menyisihkan rezeki demi mewujudkan mimpi saudara-saudara kita yang belum merasakan kemerdekaan energi secara penuh.

“Kami berharap hadirnya listrik mandiri di rumah Bapak Adrianus dan Bapak Ignasius menjadi tonggak awal peningkatan kualitas hidup sekaligus penggerak ekonomi keluarga,” ujar Eko Sulistyono.

Senada dengan itu, Manager ULTG Flores Barat, Reza Bagus Nugrahardiyono, menyampaikan bahwa aksi ini adalah bukti konkrit dari nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.

“Program Light Up The Dream adalah cerminan empati kami. Di momen refleksi Hari Lahir Pancasila ini, kami ingin memastikan kehadiran PLN tidak hanya untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan, tetapi juga membawa terang yang melahirkan harapan-harapan baru di tengah masyarakat,” tutur Reza.

Ia juga menambahkan bahwa program ini murni lahir dari kepedulian sosial agar manfaat pengelolaan energi bisa dirasakan merata tanpa terkecuali.

Suasana haru tak membendung saat prosesi penyalaan listrik berlangsung. Rasa terima kasih mendalam dari Adrianus Magung diwakili oleh sang istri, Maria Murni.

Sambil menahan buncah bahagia, Maria mengungkapkan betapa berartinya bantuan ini bagi masa depan anak-anak mereka.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PLN. Selama ini kami hanya menumpang dan menyambung listrik dari tetangga. Sekarang kami sudah punya meteran sendiri. Ini kado yang luar biasa, sangat membantu kehidupan sehari-hari kami, dan anak-anak kini bisa belajar dengan nyaman di malam hari,” ungkap Maria haru.

Kebahagiaan serupa terpancar dari wajah Ignasius Nenggang. Ia mengaku lega karena rumahnya tidak lagi dilingkupi kegelapan saat malam tiba.(*/ER)