KUPANG, NUSA FLOBAMORA—Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK PP N) Kupang, di bawah naungan Kementerian Pertanian (Kementan), memberangkatkan 77 siswa untuk mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA).
Program yang berlangsung mulai 6 Juli hingga 1 Desember 2026 ini menjadi bagian dari penguatan pendidikan vokasi untuk mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja maupun berwirausaha di sektor pertanian dan peternakan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan pertanian nasional memerlukan generasi muda yang memiliki kompetensi, karakter, serta kemampuan menguasai teknologi modern.
“Kita memerlukan generasi muda yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan lapangan dan mampu menguasai teknologi pertanian serta peternakan modern. Melalui kemitraan dengan dunia usaha dan industri, kita sedang membangun fondasi kuat bagi ketahanan pangan nasional yang berdaya saing,” ujar Mentan Amran.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan bahwa PKL merupakan bagian penting dalam menyelaraskan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja.
“Pendidikan vokasi harus mampu menjawab kebutuhan industri. Melalui PKL, siswa memperoleh pengalaman nyata, memahami budaya kerja, menguasai teknologi, serta mengembangkan kemampuan manajerial yang menjadi bekal memasuki dunia kerja maupun berwirausaha,” kata Idha.
Kepala SMK PP Negeri Kupang, Bogarth K. Watuwaya, Rabu (15/7/2026) menjelaskan bahwa PKL tahun ini dilaksanakan selama satu semester sesuai kebijakan Kementerian Pendidikan agar peserta didik memperoleh pengalaman kerja yang lebih komprehensif.
“Melalui PKL selama enam bulan, siswa diharapkan dapat memahami seluruh proses bisnis di dunia industri, mulai dari hulu hingga hilir, sehingga kompetensi yang diperoleh lebih utuh dan sesuai kebutuhan dunia kerja,” jelasnya.
Sebanyak 77 siswa yang berasal dari tiga program keahlian, yakni Agribisnis Ternak Ruminansia, Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, serta Keperawatan Hewan, ditempatkan di berbagai mitra DUDIKA di Jawa Timur dan Sumba Timur. Penempatan tersebut disesuaikan dengan karakteristik industri dan kompetensi masing-masing peserta.
Lokasi PKL di Jawa Timur meliputi BBPP Batu, BBVF PUSVETMA, BRMP Ruminansia Besar, BBPP Ketindan, UPT HMT Malang, Laboratorium Kesehatan Hewan Malang, P4S Bumi Malang Lestari, dan PT Harmoni Alam Sentosa. Sementara di Sumba Timur, siswa melaksanakan PKL di PT Muria Sumba Manis.
Ketua Panitia PKL SMK PP Negeri Kupang, Noni N. Neno, mengatakan seluruh peserta telah memperoleh pembekalan sebelum diberangkatkan, termasuk penyesuaian kompetensi dengan kebutuhan masing-masing mitra industri.
“Kami telah memetakan penempatan siswa sesuai kompetensi masing-masing. Selain itu, guru pembimbing juga disiapkan untuk melakukan pendampingan dan pemantauan selama pelaksanaan PKL agar proses pembelajaran berjalan optimal,” ungkap Noni.
Melalui program ini, SMK PP Negeri Kupang berharap para siswa tidak hanya memperoleh pengalaman kerja dan sertifikat, tetapi juga meningkatkan kompetensi teknis, membangun karakter profesional, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan.
Kolaborasi antara Kementerian Pertanian, SMK PP Negeri Kupang, dan mitra DUDIKA diharapkan mampu melahirkan lulusan vokasi pertanian yang unggul, siap kerja, dan mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di berbagai daerah.(*Rilis SMK PP Negeri Kupang/ ER)







