Torehkan Prestasi, SMK PP Negeri Kementan Raih Award Nasional Pertanian Perkotaan dari SEAMEO BIOTROP

KUPANG. NUSA FLOBAMORA–SMK Pertanian Pembangunan Negeri (SMK PP Negeri) Kupang kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Sekolah vokasi pertanian di bawah binaan Kementerian Pertanian (Kementan) ini resmi menerima Award Nasional Program Pertanian Perkotaan dari SEAMEO BIOTROP atas keberhasilannya mengembangkan dan menerapkan pertanian perkotaan secara inovatif, adaptif, dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Penghargaan prestisius tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, dalam ajang perhelatan akbar SEAMEO BIOTROP yang berlangsung di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Senayan, Jakarta Rabu (10/12/2025).

SMK PP Negeri Kupang berhasil terpilih sebagai salah satu penerima award melalui proses seleksi ketat dari 261 sekolah peserta pelatihan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas peran aktif SMK PP Negeri Kupang dalam mengembangkan program pertanian perkotaan (urban farming) yang tidak hanya berdampak pada peningkatan kompetensi peserta didik, tetapi juga memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam dunia pendidikan dan pertanian.

Penetapan SMK PP Negeri Kupang sebagai penerima award tidak lepas dari kontribusinya dalam kolaborasi strategis bersama SEAMEO BIOTROP dalam penyelenggaraan pelatihan peningkatan kapasitas guru pendidikan dasar dan menengah di Kota dan Kabupaten Kupang.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 orang guru perwakilan dari SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB, dan berlangsung pada 4–7 November 2025 di Hotel Aston Kupang dan SMK PP Negeri Kupang.

Pelatihan tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan implementasi pertanian perkotaan di satuan pendidikan, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Tidak hanya transfer pengetahuan, program ini juga menekankan praktik langsung, pemanfaatan lahan terbatas, inovasi teknologi sederhana, serta penguatan kesadaran lingkungan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, SMK PP Negeri Kupang dinilai berhasil berperan sebagai pusat pembelajaran (center of excellence) dalam pengembangan pertanian perkotaan berbasis sekolah yang relevan dengan tantangan perkotaan modern dan isu ketahanan pangan masa depan.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya peran lembaga pendidikan vokasi pertanian dalam memajukan pertanian di negeri ini.

“Sekolah vokasi seperti SMK-PP, Polbangtan, dan institusi pendidikan pertanian lainnya memiliki peran penting untuk memajukan pertanian Indonesia. Pertanian tidak harus lagi dipandang kuno — dengan pendidikan vokasi dan kolaborasi lintas lembaga, kita bisa menggarap pertanian secara kekinian, produktif, dan berkelanjutan”, ujar Mentan Amran.

Dalam arahannya, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menyampaikan pesan mendalam kepada para pendidik agar senantiasa bekerja dengan penuh dedikasi dan ketulusan.

“Guru harus bekerja tanpa pamrih demi menyiapkan generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas. Bekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan yang bermanfaat serta bentuk karakter yang tangguh, tidak mudah menyerah, dan berjiwa nasionalisme,” tegasnya.

Menurutnya, inovasi dalam pendidikan, termasuk melalui pertanian perkotaan, merupakan investasi jangka panjang yang sangat strategis dalam membentuk karakter, kemandirian, serta kepedulian terhadap lingkungan sejak usia sekolah.

Sementara itu, Doni Yusri, selaku Deputi Direktur Program SEAMEO BIOTROP, dalam sambutannya mewakili pimpinan lembaga, menegaskan komitmen SEAMEO BIOTROP untuk terus menghadirkan inovasi dan kemitraan dalam dunia pendidikan.

“SEAMEO BIOTROP berkomitmen menghadirkan inovasi, kemitraan, dan pembelajaran yang transformatif demi mewujudkan pendidikan biodiversitas dan masa depan yang berkelanjutan,” ujar Doni.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan SMK PP Negeri Kupang menjadi contoh nyata sinergi antara lembaga regional dan institusi pendidikan nasional dalam menjawab tantangan perubahan iklim, ketahanan pangan, dan pembangunan berkelanjutan melalui jalur pendidikan.

Dalam kesempatan lain, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, juga menegaskan bahwa seluruh SMK Pertanian Pembangunan di Indonesia merupakan ujung tombak pencetak generasi muda pertanian yang kompeten dan unggul.

Menurutnya, SMK pertanian harus terus mengedepankan semangat BPPSDMP yang inklusif, profesional, dan modern dalam menghadapi tantangan global, sekaligus menjawab agenda besar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di sektor ketahanan pangan dan pembangunan sumber daya manusia.

“SMK pertanian harus menjadi motor penggerak transformasi pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern,” tegasnya.

Mewakili pimpinan sekolah, Kepala SMK PP Negeri Kupang, Bogarth Watuwaya, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada SEAMEO BIOTROP dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya program ini.

“Upaya yang dilakukan SEAMEO BIOTROP merupakan bentuk nyata kemitraan yang saling menguatkan antar kementerian dalam Kabinet Merah Putih. Saat ini Kementerian Pertanian tengah bekerja keras mewujudkan swasembada pangan nasional pada akhir tahun 2025, dan pendidikan vokasi pertanian menjadi bagian penting dari perjuangan tersebut,” ungkap Bogarth.

Ia menegaskan bahwa SMK PP Negeri Kupang akan terus berkomitmen mengembangkan inovasi pembelajaran pertanian berbasis praktik, termasuk melalui penguatan pertanian perkotaan sebagai solusi keterbatasan lahan dan pembelajaran kontekstual bagi peserta didik.

Penghargaan nasional yang diraih SMK PP Negeri Kupang ini tidak hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga mengharumkan nama Provinsi Nusa Tenggara Timur di tingkat nasional. Capaian ini menunjukkan bahwa sekolah di daerah mampu bersaing secara nasional melalui kerja nyata, kolaborasi, dan inovasi berkelanjutan.

Ke depan, SMK PP Negeri Kupang diharapkan terus menjadi pionir dalam pengembangan pertanian perkotaan berbasis pendidikan, sekaligus menjadi pusat rujukan bagi sekolah-sekolah lain dalam membangun ketahanan pangan dari lingkungan sekolah.(*/Rilis SMK PP Negeri Kupang/ ER)