ENDE, NUSA FLOBAMORA— Asa warga di pelosok Nusa Tenggara Timur untuk menikmati terangnya listrik kini tinggal selangkah lagi.
PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Flores bersama Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ende sukses merampungkan tahap Commissioning Test (uji komisioning) jaringan listrik pedesaan di Dusun Mbotupau dan Dusun Pemowawi, Desa Unggu, Kecamatan Detukeli, Kabupaten Ende.
Pengujian infrastruktur Alokasi Biaya Tambahan (ABT) Tahap I Tahun 2026 ini menjadi bukti nyata komitmen PLN dalam menghadirkan keadilan energi hingga ke wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Dalam proyek ini, PLN menggandeng PT Telaga Ende sebagai mitra pelaksana. Kolaborasi ini memastikan seluruh infrastruktur yang dibangun memenuhi standar keselamatan kerja yang ketat dan regulasi teknis yang berlaku.
Perjuangan melistriki Desa Unggu ini diwujudkan lewat pembangunan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 2,35 kilometer.
Infrastruktur baru tersebut diproyeksikan akan langsung menyuntikkan energi listrik bagi 20 kepala keluarga yang menjadi calon pelanggan di kawasan tersebut.
Commissioning Test sendiri merupakan fase krusial untuk menguji kelayakan sistem secara menyeluruh guna memastikan jaringan benar-benar aman sebelum dialiri arus listrik ke rumah warga. Setelah tahapan ini dinyatakan tuntas, PLN segera bergerak cepat melakukan persiapan operasi dan proses penyambungan pelanggan secara bertahap.
Hadirnya listrik di Desa Unggu diyakini akan menjadi game changer bagi kehidupan masyarakat setempat. Selain menjadi sumber penerangan, akses energi andal ini akan mendongkrak kualitas pendidikan anak-anak saat belajar di malam hari, mengoptimalkan fasilitas umum, hingga menghidupkan urat nadi perekonomian warga.
Manager PLN UP2K Flores, Reza Eka Putra, menegaskan bahwa perluasan rasio elektrifikasi pedesaan merupakan prioritas utama demi mewujudkan keadilan energi.
“Uji komisioning ini sangat krusial untuk menjamin keselamatan dan kesiapan infrastruktur sebelum dioperasikan penuh. Kami berharap proses administrasi dan teknis selanjutnya berjalan lancar, sehingga masyarakat di Dusun Mbotupau dan Pemowawi bisa segera memanfaatkan listrik untuk produktivitas harian mereka,” ujar Reza.
Rasa haru dan apresiasi mendalam datang dari Kepala Desa Unggu, Hironimus Lake. Ia menyebut kehadiran PLN sebagai jawaban atas mimpi panjang warganya.
“Kami sangat berterima kasih kepada PLN. Ini adalah tumpuan harapan besar bagi warga kami. Semoga setelah ini menyala, anak-anak bisa belajar dengan lebih baik dan usaha-usaha kecil di desa kami bisa mulai berkembang,” ungkap Hironimus.
Secara terpisah, General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menyatakan optimismenya terhadap akselerasi elektrifikasi yang merata di bumi Flobamora.
“Keberhasilan uji komisioning di Desa Unggu adalah bukti dedikasi tanpa batas insan PLN untuk membawa terang ke pelosok NTT. Kami optimis, perluasan akses listrik ini akan mendongkrak rasio elektrifikasi sekaligus menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tegas Eko.
Kini, PLN UP2K Flores dan ULP Ende terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan untuk mempercepat penyelesaian sisa tahapan administrasi. Lewat standar pembangunan yang andal dan ramah lingkungan, PLN siap mengawal Desa Unggu menuju babak baru yang lebih maju dan benderang.(*ER)







