Inflasi NTT Tembus 3,56%, Kota Kupang Catat Kenaikan Tertinggi

KUPANG, NUSA FLOBAMORA—-Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat inflasi sebesar 3,56 persen secara tahunan (year on year/y-on-y) pada Juni 2026, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 111,34.

Berdasarkan data wilayah, Kota Kupang menjadi daerah dengan lonjakan inflasi tertinggi yang menyentuh angka 4,02 persen (IHK 110,88). Sebaliknya, inflasi terendah berada di Kabupaten Timor Tengah Selatan sebesar 2,80 persen (IHK 111,79).

Hal ini di sampaikan Kepala Badan Pusat Statistik ( BPS) NTT, Mata mira B. Kale saat memberikan keterangan perkembangan Inflasi NTT secara press release pada Rabu(1 /7/2026).

Pemicu Utama Inflasi jelas Mira adalah, perawatan Pribadi yang meroket
Kenaikan harga pada Juni 2026 ini dipicu oleh melonjaknya harga di 10 dari 11 kelompok pengeluaran masyarakat.

Sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang lonjakan paling ekstrem.

Berikut rincian kenaikan per kelompok pengeluaran:
Perawatan pribadi & jasa lainnya: Naik tajam 14,84%
Makanan, minuman, & tembakau: Naik 4,17%
Transportasi: Naik 3,87%
Penyediaan makanan & minuman/restoran: Naik 2,36%
Kesehatan: Naik 2,30%
Perumahan, air, listrik, & bahan bakar: Naik 2,04%
Informasi, komunikasi, & jasa keuangan: Naik 1,08%
Perlengkapan & pemeliharaan rutin RT: Naik 0,90%
Pakaian & alas kaki: Naik 0,61%
Rekreasi, olahraga, & budaya: Naik 0,20%
Di tengah tren kenaikan ini, kelompok pendidikan menjadi satu-satunya sektor yang mengalami deflasi atau penurunan indeks harga, yaitu sebesar 2,25 persen.

Tren Bulanan dan Tahunan berjalan
Secara bulanan (month to month/m-to-m), NTT mengalami inflasi sebesar 0,67 persen pada Juni 2026.

Sementara itu, tingkat inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) tercatat berada di angka 2,20 persen.(*/ER)