Siapkan Regenerasi Petani, SMK PP Negeri Kementan Latih Siswa Budidaya Padi dari Hulu hingga Hilir

KUPANG, NUSA FLOBAMORA—Kementerian Pertanian terus memperkuat upaya regenerasi petani sebagai langkah strategis menjaga keberlanjutan sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.

Salah satu langkah nyata dilakukan oleh SMK Pembangunan Pertanian (SMK PP) Negeri Kupang melalui pelatihan budidaya padi yang melibatkan peserta didik secara langsung dalam seluruh proses produksi, mulai dari persiapan lahan hingga panen.

Kegiatan yang dilaksanakan Rabu (10/6/2026) tersebut menjadi bagian dari pembelajaran praktik bagi siswa Kelas XI Program Studi Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH).

Melalui pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning), siswa tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata dalam mengelola usaha tani padi secara modern dan berkelanjutan.

Pelatihan ini bertujuan membekali generasi muda dengan kompetensi teknis dan manajerial di bidang pertanian sekaligus membangun minat mereka terhadap sektor pertanian yang kini semakin modern, berbasis teknologi, dan memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa regenerasi petani menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan pertanian Indonesia ke depan.

“Kita harus mempercepat regenerasi petani. Pertanian saat ini tidak boleh lagi dikelola dengan cara-cara tradisional. Kita membutuhkan generasi muda yang mampu memanfaatkan teknologi dan mekanisasi untuk meningkatkan produktivitas pangan nasional,” ujar Amran.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya pendidikan vokasi dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul dan berdaya saing.

“Vokasi pertanian harus mampu melahirkan lulusan yang siap bekerja sekaligus mampu menciptakan lapangan kerja. Melalui pembelajaran praktik seperti ini, kita membangun karakter petani milenial yang tangguh, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ujarnya.

Kepala SMK PP Negeri Kupang, Bogarth K. Watuwaya, menyampaikan bahwa sekolah berkomitmen menghadirkan pembelajaran berbasis praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

“Pelatihan budidaya padi dari awal hingga panen ini merupakan bentuk nyata komitmen sekolah dalam mencetak lulusan yang kompeten. Kami berharap para siswa mampu menjadi pelopor pembangunan pertanian modern, khususnya di Nusa Tenggara Timur,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, siswa mempraktikkan seluruh tahapan budidaya padi sesuai prinsip Good Agricultural Practices (GAP).

Kegiatan diawali dengan pengolahan lahan menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa Traktor Roda Dua (TR2).

Melalui praktik tersebut, siswa memahami manfaat mekanisasi dalam meningkatkan efisiensi kerja dan produktivitas usaha tani.

Tahapan berikutnya meliputi pemilihan benih unggul, persemaian, pindah tanam, pemupukan berimbang, serta pengendalian hama dan penyakit tanaman secara terpadu.

Selama proses pembelajaran, siswa juga dibekali kemampuan menghitung kebutuhan sarana produksi, biaya usaha tani, serta potensi hasil yang dapat diperoleh.

Pada tahap akhir, siswa mempelajari teknik panen dan penanganan pascapanen yang tepat guna meminimalkan kehilangan hasil dan menjaga kualitas gabah.

Melalui kegiatan ini, para peserta didik tidak hanya memperoleh keterampilan teknis budidaya padi, tetapi juga membangun jiwa kewirausahaan dan kemampuan mengambil keputusan dalam mengelola usaha pertanian.

Ke depan, siswa SMK PP Negeri Kupang diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa inovasi, mekanisasi, dan digitalisasi ke sektor pertanian di daerah masing-masing.

Dengan demikian, regenerasi petani dapat terus berjalan dan mendukung terwujudnya ketahanan serta kedaulatan pangan Indonesia yang berkelanjutan.(*/Rilis SMK PP Negeri Kupang/ ER)