Praktik Tabela di Lahan TEFA, SMK PP Negeri Kementan Perkuat Kompetensi Siswa dalam Budidaya Tanaman Pangan

KUPANG, NUSA FLOBAMORA—-SMK Pertanian Pembangunan (PP) Negeri Kupang terus memperkuat kompetensi peserta didik melalui pembelajaran berbasis praktik. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan praktik budidaya tanaman pangan menggunakan metode Tanam Benih Langsung (Tabela) yang dilaksanakan di lahan Teaching Factory (TEFA) sekolah, Jumat (19/06/2026).

Kegiatan diikuti oleh siswa Program Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura dengan pendampingan guru produktif.

Melalui praktik tersebut, siswa mempelajari secara langsung tahapan budidaya tanaman, mulai dari persiapan lahan, pengaturan jarak tanam, penanaman benih, hingga teknik pemeliharaan awal sesuai kaidah budidaya yang baik.

Metode Tabela merupakan salah satu teknologi budidaya yang semakin banyak diterapkan karena dinilai lebih efisien dalam penggunaan tenaga kerja, waktu tanam, serta mendukung peningkatan produktivitas.

Melalui praktik di lahan TEFA, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman lapangan yang menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja maupun berwirausaha di sektor pertanian.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa regenerasi petani menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan pertanian Indonesia yang maju dan berdaya saing.

Menurutnya, pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Generasi muda harus menjadi bagian penting dalam transformasi pertanian Indonesia. Pendidikan vokasi menjadi salah satu kunci untuk mencetak petani milenial yang produktif, inovatif, dan mampu meningkatkan daya saing sektor pertanian,” ujar Mentan Amran.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa pembelajaran berbasis praktik menjadi pendekatan yang efektif dalam membentuk lulusan vokasi yang siap kerja.

“Pembelajaran di lahan praktik memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik. Mereka tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengimplementasikan teknologi budidaya secara langsung sehingga kompetensi yang diperoleh menjadi lebih kuat dan aplikatif,” ungkapnya.

Kepala SMK PP Negeri Kupang, Bogarth K. Watuwaya, mengatakan bahwa praktik Tabela di lahan TEFA merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

“Lahan TEFA menjadi media pembelajaran yang memungkinkan siswa mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja profesional dalam setiap proses budidaya. Kami berharap lulusan memiliki kompetensi yang mampu menjawab kebutuhan dunia kerja maupun menjadi wirausahawan muda di bidang pertanian,” ujarnya.

Sementara itu, guru produktif pendamping kegiatan, Herlystin Mooy, menjelaskan bahwa metode Tabela dipilih karena memberikan pengalaman belajar yang komprehensif sekaligus mengenalkan teknologi budidaya yang efisien.

“Melalui praktik ini siswa belajar mulai dari persiapan lahan, penentuan kedalaman tanam, pengaturan jarak tanam hingga pemeliharaan awal. Pengalaman lapangan seperti ini sangat penting untuk membentuk keterampilan teknis sekaligus kemampuan memecahkan masalah yang dibutuhkan di sektor pertanian,” jelasnya.

Selama kegiatan berlangsung, siswa terlihat antusias mengikuti setiap tahapan praktik dan aktif berdiskusi mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan pertumbuhan tanaman.

Selain meningkatkan kompetensi teknis, kegiatan ini juga menanamkan budaya kerja yang disiplin, teliti, bertanggung jawab, dan berorientasi pada hasil.

Sebagai sekolah vokasi pertanian di bawah binaan Kementerian Pertanian, SMK PP Negeri Kupang terus mengembangkan pembelajaran berbasis produksi melalui optimalisasi lahan Teaching Factory (TEFA).

Berbagai kegiatan praktik lapangan yang dilaksanakan diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap berkontribusi dalam mendukung pembangunan pertanian dan mewujudkan ketahanan pangan nasional.(*Rilis SMK PP Negeri Kupang/ ER)