KUPANG, NUSA FLOBAMORA– PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Beban Nusa Tenggara Timur (PLN UP2B NTT) resmi menerapkan sistem keamanan Privileged Access Management Operational Technology (PAM OT).
Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Pulau Timor dari potensi ancaman siber dan akses ilegal seiring digitalisasi pengelolaan listrik.
Dalam mengimplementasikan teknologi ini, PLN berkolaborasi dengan PT Sinergy Informasi Pratama (SIP) untuk membangun benteng pertahanan digital yang memantau dan mengatur penyaluran tenaga listrik secara real-time.
Sistem PAM OT bekerja secara terpusat untuk membatasi hak akses operasional. Melalui sistem ini, hanya petugas berwenang yang dapat mengakses pengatur kelistrikan. Selain itu, PAM OT otomatis mengamankan kata sandi dan mencatat setiap riwayat aktivitas pengguna, sehingga memudahkan mitigasi risiko sejak dini.
Penerapan PAM OT ini membawa sejumlah manfaat utama bagi sistem kelistrikan, di antaranya:
• Akses Terkontrol: Menjamin hanya personel resmi yang dapat mengoperasikan sistem utama.
• Perlindungan Kredensial: Mencegah penyalahgunaan data penting dan kata sandi sistem.
• Audit Trail: Mencatat seluruh aktivitas pengguna secara rinci untuk kemudahan penelusuran.
• Mitigasi Risiko: Meminimalisasi potensi gangguan operasional akibat akses tanpa izin.
Penguatan keamanan digital ini juga menjadi momentum bagi PLN untuk memaknai semangat Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober. PLN mewujudkan nilai-nilai tersebut lewat tanggung jawab moral menjaga keberlangsungan pelayanan publik di NTT.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT (UIW NTT), F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa keandalan pasokan listrik berkaitan erat dengan kesejahteraan masyarakat.
“Semangat Hari Kesaktian Pancasila kami wujudkan dengan menjaga sistem kelistrikan tetap aman dan andal. Pasokan listrik yang stabil akan terus menyokong roda ekonomi, fasilitas umum, serta aktivitas harian masyarakat,” ujar Eko.
Ia menambahkan, modernisasi teknologi kelistrikan harus berjalan beriringan dengan disiplin menjaga keamanan sistem pendukungnya.
Senada dengan hal itu, Site Manager PT Sinergy Informasi Pratama, Irfan Alamsyah, menyatakan komitmen penuhnya dalam mendukung digitalisasi PLN. “Melalui sistem yang terintegrasi, setiap akses terpantau secara presisi guna memastikan operasional kelistrikan tetap terlindungi,” kata Irfan.
Sementara itu, Manager PLN UP2B NTT, Resa Rediansyah, menyebut penerapan PAM OT sebagai langkah preventif yang krusial.
“Sistem pengatur beban adalah jantung dari operasional kelistrikan. Keamanan digital ini berdampak langsung pada kualitas pelayanan masyarakat dan pusat ekonomi. Dengan sistem yang aman, operasional dapat berjalan lancar tanpa gangguan,” pungkas Resa.(*ER)







