Flobamorata Creative Expo 2026, Sinergi Karya Lokal Menuju Ekonomi NTT yang Berdaya dan Berkelanjutan

KUPANG, NUSA FLOBAMORA– Panggung kreativitas dan promosi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terbesar di Nusa Tenggara Timur (NTT), Flobamorata Creative Expo (FCE) 2026, siap kembali menyapa publik. Mengusung tema “Flobamorata Berkarya, Menuju Perekonomian Berdaya dan Berkelanjutan”, gelaran tahunan besutan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT ini akan berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 di halaman Lippo Plaza Kupang.

FCE 2026 dirancang bukan sekadar pameran biasa. Acara ini menjadi motor penggerak bagi UMKM lokal untuk meningkatkan kapasitas, memperluas jejaring pasar, dan menciptakan nilai tambah dari potensi daerah yang luar biasa.

Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, mengungkapkan bahwa FCE edisi kelima ini terus berevolusi dalam menampilkan potensi kreatif masyarakat. Mulai dari wastra tenun ikat yang eksotis, kopi khas NTT yang mendunia, hingga ragam kuliner inovatif.

Salah satu terobosan paling mencuri perhatian tahun ini adalah kehadiran es krim berbahan dasar kulit pisang asal Kabupaten Belu. Inovasi unik ini membuktikan bahwa limbah pangan sekalipun bisa disulap menjadi produk bernilai ekonomi tinggi lewat sentuhan kreativitas

“Kami ingin UMKM di NTT naik kelas. Melalui penguatan kapasitas ini, kita mendorong ekonomi daerah tidak hanya tumbuh, tapi juga tampil bergaya dan berdaya saing,” ujar Adidoyo dalam acara bincang media Sasando Dia (SAnte-SANte Duduk ba Omong deng meDia) pada Selasa (22/9/2026).

Sisi Kemanusiaan: Belanja Sekaligus Berdonasi

FCE 2026 juga membawa misi mulia yang melampaui batas transaksi ekonomi. Gelaran tahun ini didedikasikan sebagai bentuk empati dan solidaritas nyata bagi masyarakat Flores yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana gempa bumi.

Melalui konsep sociopreneurship, sebagian dari hasil penjualan produk UMKM selama expo berlangsung akan langsung didonasikan untuk membantu para korban gempa di wilayah Flores.

“Tahun ini, kami menggabungkan pertumbuhan ekonomi dengan aksi sosial. Kami ingin masyarakat bisa menikmati produk kreatif dan kuliner lokal, sekaligus berkontribusi nyata membantu saudara-saudara kita di Flores,” jelas Adidoyo.

Dengan skema manfaat ganda (double impact) ini, setiap transaksi yang terjadi di FCE 2026 tidak hanya memperkuat dapur para pelaku UMKM, tetapi juga menjadi lentera harapan bagi korban bencana.

Sinergi untuk Ekonomi Berkelanjutan
Membawa semangat “Flobamorata Bergaya”, BI NTT berharap FCE 2026 dapat menjadi ruang kolaborasi strategis antara pemerintah, Bank Indonesia, pelaku usaha, dan masyarakat.

Langkah ini diharapkan mampu mengikis sekat pasar sehingga produk lokal NTT semakin kompetitif di kancah nasional hingga global.
FCE 2026 menjadi bukti nyata bahwa perekonomian yang kuat adalah ekonomi yang berjalan beriringan dengan inovasi dan rasa kepedulian sesama.( ER)