IPK Tinggi Bukan Jaminan, Rektor UCB dan Wagub NTT Tantang 545 Lulusan Lahirkan Karya Nyata

KUPANG, NUSA FLOBAMORA— Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang resmi mengukuhkan 545 lulusan baru dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Angkatan XV. Pada Rabu, 23/9/2026 di Harper Hotel.

Momen sakral ini menjadi bukti nyata kontribusi UCB dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing tinggi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, yang memberikan pesan mendalam kepada para wisudawan.

Beliau mengingatkan bahwa prosesi wisuda bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan gerbang awal menuju fase baru kehidupan yang penuh dengan dinamika dan tantangan nyata.

Dalam sambutannya, Wagub Johni memaparkan data bahwa saat ini terdapat sekitar 98.000 pencari kerja di NTT. Mengingat ketatnya persaingan di pasar kerja modern, beliau menegaskan bahwa indeks prestasi kumulatif (IPK) yang tinggi tidak lagi menjadi jaminan mutlak untuk mendapatkan pekerjaan dengan mudah.

“Dunia kerja hari ini membutuhkan kreativitas, ketahanan mental, dan kemampuan beradaptasi. Lulusan perguruan tinggi harus mampu menangkap peluang, bahkan menciptakan lapangan kerja baru, bukan sekadar menjadi pencari kerja,” ujar Wagub Johni

Asadoma menambahkan semangat bagi para lulusan.

Senada dengan hal tersebut, Rektor UCB, Prof. Dr. Frans Salesman, SE.,M.Kes., juga menekankan pentingnya kontribusi dan karya nyata dari seluruh lulusan di tengah masyarakat. Menurutnya, gelar akademis akan jauh lebih bermakna jika diimplementasikan dalam bentuk aksi nyata yang membawa perubahan positif.

Lulusan UCB diharapkan tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan dan kepedulian sosial yang tinggi. Mereka ditantang untuk hadir sebagai agen perubahan (agent of change) yang mampu membantu menyelesaikan berbagai persoalan krusial di NTT, mulai dari penanganan stunting, pemenuhan layanan kesehatan yang merata, hingga berbagai tantangan sosial lainnya.

Sebagai penutup, para lulusan diimbau untuk tidak pernah berhenti belajar dan terus meningkatkan kompetensi tambahan (upskilling), seperti kemampuan digital, komunikasi, dan kolaborasi, guna memenangkan persaingan di era globalisasi yang serba cepat ini. ( ER)