Lantik 148 Pejabat, Wali Kota Kupang: Jadilah ‘Lilin’ yang Menerangi Pelayanan Publik

KUPANG, NUSA FLOBAMORA— Pemerintah Kota Kupang resmi merombak jajaran birokrasinya lewat pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap 148 pejabat.

Agenda penyegaran organisasi ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada Senin (10/8/2026) siang.

Prosesi khidmat yang berlangsung dari pukul 14.18 hingga 15.31 WITA ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., Ketua DPRD Kota Kupang Richad E. Odja, Sekda Kota Kupang Jefry E. Pelt., S.H., serta jajaran pimpinan perangkat daerah dan BUMD.

DORONG PENYEGARAN, KIKIS ZONA NYAMAN

Pelantikan ini menyasar 85 pejabat struktural dan 63 pejabat fungsional berdasarkan empat Surat Keputusan Wali Kota Kupang. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari penataan, penyegaran, dan pengembangan karier aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Kupang.

Dalam arahannya, Wali Kota Christian Widodo menjelaskan bahwa rotasi ini telah melalui pertimbangan matang bersama Wakil Wali Kota. Tujuannya adalah mengikis zona nyaman bagi aparatur yang sudah bertahun-tahun menduduki posisi yang sama, sekaligus membuka ruang kreativitas yang baru.

“Jabatan adalah amanah sekaligus ujian terhadap integritas seseorang,” tegas dr. Christian.

Ia mengingatkan bahwa kekuasaan yang melekat pada jabatan harus didedikasikan sepenuhnya untuk kepentingan organisasi dan pelayanan masyarakat, bukan sekadar simbol prestise.
Warning Keras untuk Camat dan Lurah
Sorotan khusus diberikan kepada para camat dan lurah sebagai garda terdepan pemerintah

Wali Kota meminta mereka langsung bergerak cepat melakukan pembenahan administrasi dan meningkatkan mutu pelayanan dasar, mulai dari kependudukan hingga pendataan warga miskin.

Ia juga menegaskan agar para pemimpin wilayah tidak berlindung di balik keterbatasan anggaran. ASN dituntut mengubah pola pikir dari budget-oriented (berorientasi anggaran) menjadi solution-oriented (berorientasi solusi), termasuk dengan memaksimalkan kolaborasi lewat program CSR.

“Prinsip kita jelas: Memerintah adalah Melayani. Ini bukan slogan mati, melainkan harus hidup dalam perilaku, disiplin, dan integritas sehari-hari,” cetusnya.
Sidak Disiplin dan Filosofi ‘Lilin Kecil’
Pasca-pelantikan ini, Pemkot Kupang akan langsung menerjunkan tim untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tingkat kelurahan. Aspek yang dinilai meliputi kehadiran, ketepatan waktu, atribut pakaian dinas, hingga kualitas performa pelayanan. Pasalnya, Wali Kota melarang keras adanya budaya melempar kesalahan dari atasan ke bawahan.

Menutup pidatonya, dr. Christian menyuntikkan motivasi lewat sebuah filosofi mendalam tentang pembangunan kota.
“Kota Kupang tidak akan menjadi terang hanya karena satu cahaya besar, melainkan karena kontribusi ‘lilin-lilin kecil’ yang dinyalakan oleh setiap aparatur di semua lini. Jika semua bekerja dengan jujur, disiplin, dan tulus, akumulasi cahaya itu akan menjadi energi besar yang memajukan kota ini,” pungkasnya.(*ER)