KUPANG, NUSA FLOBAMORA— Menghadapi puncak musim kemarau, PT PLN (Persero) mengimbau masyarakat Kota Kupang untuk memperketat kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Selain faktor cuaca yang kering, kondisi dan kelayakan instalasi listrik di dalam rumah kini menjadi sorotan utama guna mencegah musibah sedini mungkin.
Pesan edukatif ini disampaikan dalam dialog “Kupang Menyapa” di RRI Kupang yang bertajuk “Belajar dari Kebakaran Kuanino: Kesiapsiagaan Kupang Menghadapi Musim Panas dan Risiko Kebakaran”, Jumat (18/9/2026).
Manager PLN ULP Kupang, I Made Dedik P. Satriadi, menegaskan bahwa batas kewenangan dan tanggung jawab PLN hanya berada pada jaringan distribusi hingga ke meteran listrik (kWh meter) pelanggan. Sementara itu, seluruh instalasi listrik yang berada di dalam rumah merupakan tanggung jawab penuh pemilik hunian.
“Listrik memberikan banyak kemudahan, namun juga menyimpan risiko tinggi jika tidak dikelola secara bijak. Mulai dari korsleting yang memicu kebakaran hingga ancaman keselamatan jiwa. Kami mengajak masyarakat untuk memastikan penggunaan listrik tetap aman,” ujar Dedik.
Dedik juga membeberkan empat potensi bahaya yang paling sering memicu gangguan kelistrikan di dalam rumah:
1.Terminal Listrik Bertumpuk: Kebiasaan mencolok banyak perangkat elektronik pada satu stopkontak sekaligus.
2.Kabel Non-Standar: Penggunaan kabel yang tidak memenuhi standar SNI atau tidak sesuai dengan kapasitas daya.
3.Beban Berlebih (Overload): Menyalakan berbagai perangkat berdaya besar secara bersamaan hingga melebihi kapasitas daya rumah.
4.Modifikasi Mandiri: Mengubah atau merakit jalur listrik sendiri tanpa bantuan tenaga ahli yang tersertifikasi.
Apabila warga menemukan indikasi kejanggalan—seperti munculnya percikan api pada stopkontak atau saklar utama (MCB) yang sering turun (anjlok)—PLN menyarankan untuk segera memanggil instalatur atau tenaga listrik profesional.
Di sisi lain, tantangan cuaca ekstrem juga dibenarkan oleh BMKG. Prakirawan Iklim Stasiun Klimatologi Kelas 1 NTT, Muhammad Indra, memaparkan bahwa NTT saat ini memang berada di puncak musim kemarau. Kombinasi angin kencang dan suhu udara yang tinggi membuat kobaran api akan jauh lebih cepat meluas jika terjadi kebakaran.
Senada dengan hal itu, Frids A. Kodji dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kupang turut mengingatkan warga agar menghentikan kebiasaan membakar sampah atau membuka lahan tanpa pengawasan ketat.
Menutup dialog, General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa keselamatan ketenagalistrikan merupakan tanggung jawab bersama.
“PLN fokus memastikan jaringan distribusi di luar tetap prima. Namun, kami sangat membutuhkan peran aktif warga untuk tertib merawat instalasi di dalam rumah serta menjauhi aktivitas pembakaran di bawah jalur kabel listrik,” pungkas Eko.
Bagi masyarakat yang menghadapi gangguan kelistrikan atau membutuhkan layanan darurat, PLN mengimbau untuk memanfaatkan aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center 123 yang bersiaga 24 jam.(*ER)







