CIAWI.NUSA FLOBAMORA–Kementerian Pertanian melalui Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan), Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), terus mendorong percepatan regenerasi petani melalui penguatan kapasitas generasi muda di sektor pertanian.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pemilihan Young Ambassador Agriculture (YAA), Duta Polbangtan/PEPI, dan Brigade Pangan Inspiratif Tahun 2026 yang dilaksanakan pada 19–21 Mei 2026 di Kompleks Surya, BBPMKP Ciawi, sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPPSDMP.
Menteri Pertanian menegaskan bahwa pembangunan pertanian ke depan membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang unggul, khususnya dari kalangan generasi muda.
Generasi muda didorong untuk menjadi pelaku utama yang adaptif, inovatif, serta mampu memanfaatkan teknologi guna meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pertanian.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa regenerasi petani harus diiringi dengan penguatan kapasitas yang berkelanjutan serta mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam pembangunan pertanian.
Kegiatan dibuka Selasa (19/5/2026) oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam menyiapkan generasi muda sebagai agen perubahan di sektor pertanian.
“Kemajuan sektor pertanian saat ini sangat ditentukan oleh peran generasi muda. Melalui kegiatan ini, kami mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya inspiratif, tetapi juga mampu menyampaikan program-program strategis Kementerian Pertanian secara lebih luas kepada masyarakat,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai sesi pelatihan dan pembekalan yang dirancang untuk memperkuat peran generasi muda di sektor pertanian. Materi yang diberikan meliputi peran strategis generasi muda pertanian, penguatan kapasitas public speaking, personal branding, serta strategi promosi pertanian di era digital.
Selain itu, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan gagasan dan profil usaha melalui sesi pemaparan, sebagai bagian dari penguatan kapasitas berpikir kritis, komunikasi, dan kepemimpinan.
Kegiatan ini juga memperkuat peran Brigade Pangan sebagai representasi aksi nyata generasi muda di lapangan dalam mendukung peningkatan produksi dan ketahanan pangan.
Melalui kegiatan ini, Pusdiktan terus memperkuat peran strategisnya dalam mencetak SDM pertanian yang profesional, berdaya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Kementerian Pertanian dalam memastikan sektor pertanian tetap tangguh dan berkelanjutan di tengah berbagai tantangan global.(*/Rilis SMK N PP Negeri Kupang/ ER)







