KUPANG. NUSA FLOBAMORA– Tiga Kantor Cabang Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Solidaritas Santa Maria Assumpta Kupang secara serentak menggelar kegiatan Pra RAT.
Kegiatan Pra RAT putaran kedua ini dilaksanakan KCU Kupang Kota, Matani dan Oesao.
Khusus KCU Kupang Kota pada Pra Rapat Anggota Tahunan (Pra RAT) ke-XXXIV tahun buku 2025 meraih aset Rp85.251.181.617 dan anggota 5.390 orang.
Pra RAT KCU Kupang Kota mengambil tema “Memperkuat solidaritas, meningkatkan kinerja, mewujudkan koperasi kredit yang sehat dan berkelanjutan”, bertempat di Poltekes Liliba Kupang, Sabtu (7/2/2026).
Manager Cabang Kupang Kota, Margaretha Ngole, S.Sos saat dijumpai di sela-sela kegiatan mengatakan untuk tahun 2025 ini pertumbuhan anggota untuk Cabang Kota sebanyak 5.390 dengan aset Rp85.251.181.617
Menurut Margaretha bahwa untuk 2025 pertumbuhan anggota naik sebesar 14% lebih dibandingkan dengan tahun 2024.
Begitu juga dengan kenaikkan aset .
Untuk meningkatkan pertumbuhan anggota jelas Margaretha berbagai informasi dilakukan melalui media sosial, lewat WA, melalui IG , Fb, pertemuan kelompok , sosialisasi lewat Radio dan juga pendidikan untuk calon anggota baru.
Sedangkan untuk tabungan sendiri secara keseluruhan ada simpanan saham maupun non saham. Simpanan saham itu untuk simpan pinjam sedangkan non saham itu untuk simpan tarik.
“Ada beberapa produk yang ada di KSP Solidaritas ini yang sangat luar biasa dengan bunga yang cukup tinggi, yaitu menjadi daya tarik anggota untuk bergabung di KSP Solidaritas khususnya di Cabang Kota,” ungkapnya.
Saat ini, KSP Solidaritas sedang gencar-gencarnya tabungan untuk anak-anak Sekolah.
Ada Progam SIDIA, SIMPELMAS dan SIPENTING. Untuk SiDiA itu untuk usia O tahun sampai SD sedangkan untuk SIPELMAS itu tabungan untuk anak SMP sampai SMA.
Sedangkan untuk SIPENTING dikhususkan untuk anak usia 3 tahun sampai dengan 18 tahun masa kontraknya sampai 15 tahun dan SIPENTING ini juga dipersiapkan anak untuk masuk di perguruan tinggi dengan bunga yang sangat besar yaitu 9%.

Sementara itu Sekretaris Pengurus dan juga Ketua Tim Prat RAT, Ignasius Pati, S.Kom.,M.A.P menjelaskan, selain Pra RAT juga dilakukan proses pemilihan calon pengurus dan calon pengawas periode 2026-2028.
Para calon pengurus ini, pada proses seleksi ada syarat yang sedikit ketat dimana calon pengurus pengawas ini harus melakukan uji kompetensi yang dilakukan oleh Dinas Koperasi UKM Provinsi NTT.
Salah satu syarat yang cukup ketat untuk para pengurus dan pengawas dibandingkan periode-periode sebelum, minimal calon ini tidak mengalami yang namanya kredit macet.
“Sehingga kemarin banyak pengurus-pengurus lama termasuk kami, ada yang mau menjadi calon tapi terhambat karena kendala kredit macet walaupun tidak banyak. Tapi memang dari Dinas Koperasi ketat sehingga ada beberapa pengurus lama itu tidak masuk calon,” jelas Ignasius.
Lebih lanjut dijelaskan Ignasius, untuk proses pemilihan pertama itu terjadi pada Pra RAT di cabang Sumba Tengah, cabang Maukaro, cabang pembantu Ende Kota Baru, di Tanini TTU . Lalu tahap kedua pada saat ini terjadi di Cabang Kupang Kota, Matani dan Oesao.
Sedangkan nanti di RAT Kantor Pusat akan dilakukan proses perhitungan suara gabungan dari beberapa cabang dan cabang pembantu.
GM KSP Solidaris Santa Maria Assumpta Kupang Urbanus Reko mengatakan untuk tahun 2025 ada 8 Kantor Cabang yaitu Kantor Cabang Kupang Kota , Cabang Oesao, Cabang Sumba ( Cabang Definitif) yang sudah punya Manager, Sedangkan 5 Cabang itu , ada Cabang persiapan itu ada di Kabupaten TTU, dan juga di Maukaro Ende itu ada 3 Kabupaten yang dipersiapkan untuk Cabang di salah satu Cabang Kota yang ada di NTT.
Untuk di Sumba itu ada 2 Kantor Kas yaitu Cabang Sumba Tengah sedangkan kantor kasnya ada di Sumba Barat dan Sumba Barat Daya lalu di Kabupaten Kupang sendiri ada Kantor Kas yang sudah punya kantor yaitu di Nunsain ada juga di Oeteta.
Sedangkan untuk di Kota Kupang, selain cabangnya ada dan punya kantor kas di Talaeta lalu mobil untuk pelayanan kas ada di beberapa tempat.
“Dari 8 Kantor Cabang itu ada 8 neraca. Jadi pengelola kami sebagai managemen disitu ada manager dan koordinator masing -masing punya target. Masing-masing cabang itu mereka membiayai karyawannya dengan pengelola keuangan itu sehingga evaluasi bisa setiap bulan,” jelasnya.
“Kita melihat kemampuan dari cabang itu bagaimana dia bisa mengejar target pendapatan sehingga SHU tidak boleh minus. Sehingga dari 8 cabang ini kedepan kita berharap di setiap cabang itu bisa membuka cabang baru di daerah itu sehingga ya ada muncul kantor-kantor kas untuk mempermudah jangkauan para anggota yang berada di pedesaan yang jauh dari Kota,”
pungkasnya. (ER)







