Perkuat Pengawasan, Komisaris Independen Flori Wuisan Siap Bawa Bank NTT Tumbuh Sehat

KUPANG,NUSA FLOBAMORA– Komisaris Independen Bank NTT periode 2026–2031, Flori Rita Wuisan, menegaskan komitmen kuatnya untuk memperketat fungsi pengawasan terhadap direksi. Langkah ini diambil guna menjaga integritas, independensi, serta mendukung pengelolaan bank yang sehat.

Pelantikan yang berlangsung khidmat di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT ini dipimpin langsung oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP).

Dalam arahannya saat prosesi pelantikan, Gubernur NTT menyatakan bahwa dengan lengkapnya susunan dewan komisaris dan direksi, seluruh jajaran manajemen harus bergerak lebih progresif.

“Kelengkapan susunan pengurus ini harus menjadi momentum penting bagi Bank NTT untuk keluar dari zona nyaman,” tegas Gubernur.

Jabatan yang diberikan merupakan kepercayaan besar yang wajib dijalankan dengan penuh tanggung jawab, profesionalitas, serta integritas moral demi kemajuan ekonomi daerah.

Merespons arahan tersebut, Flori Rita Wuisan menyatakan fokus utamanya saat ini adalah melakukan penyesuaian terhadap rencana kerja dan rencana bisnis Bank NTT tahun 2026, sekaligus mematangkan arah kerja menyongsong tahun 2027.

Sebagai langkah awal setelah resmi bergabung, ia akan segera membangun komunikasi dan koordinasi intensif dengan jajaran Dewan Komisaris (Dekom) untuk membahas berbagai langkah strategis bank ke depan.

“Dewan Komisaris memiliki tugas melakukan pengawasan dan memberikan masukan kepada direksi terkait kebijakan maupun pengurusan Bank NTT.

” Kami juga akan membangun komunikasi dan koordinasi dengan para pemegang saham, baik provinsi maupun kabupaten dan kota,” ujarnya saat di jumpai usai pelantikkan

Selain memperkuat koordinasi internal, komunikasi dengan para pemegang saham juga menjadi prioritas. Hal ini mencakup hubungan dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur serta pemerintah kabupaten/kota sebagai pemegang saham Seri A, hingga pemegang saham Seri B.

Ia mengakui, sebagai pejabat yang baru dilantik, detail rencana kerja belum bisa dipaparkan secara rinci. Pembahasan mendalam baru akan dilakukan setelah koordinasi bersama Dewan Komisaris dan pihak terkait rampung dilaksanakan.

“Nanti ke depan, setelah kami bertemu kembali, baru bisa disampaikan lebih jauh mengenai rencana kerja kami untuk 2026 dan 2027,” tambahnya.

Dalam operasionalnya, ia menegaskan bahwa keputusan tertinggi di Bank NTT tetap berada pada mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Seluruh proses pengambilan keputusan juga wajib berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta regulasi perbankan yang berlaku.
Ia menjamin posisi Komisaris Independen yang diembannya akan steril dari intervensi eksternal maupun kelompok.

“Tidak ada kepentingan pribadi maupun kelompok yang harus saya bawa ke dalam Bank NTT. Itu yang harus saya jaga, bagaimana independensi saya dalam melaksanakan tugas dengan mengedepankan kepentingan seluruh pemangku kepentingan,” tegas Flori.

Melalui pengawasan yang efektif, kolaborasi solid bersama direksi, dan komitmen pada prinsip Good Corporate Governance (GCG), Bank NTT diharapkan mampu merealisasikan rencana bisnisnya secara bertanggung jawab demi menjadi lembaga keuangan kebanggaan masyarakat NTT.( ER)