KUPANG, NUSA FLOBAMORA– Ketua Umum Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PERKEMI) Nusa Tenggara Timur (NTT), Julie Sutrisno Laiskodat, mendorong Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) sebagai momentum emas pembinaan atlet muda.
Ajang ini diharapkan menjadi pijakan awal dalam mencetak kenshi-kenshi berbakat yang siap mengukir prestasi di tingkat nasional hingga dunia.
Pesan tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua PERKEMI NTT, George Hadjoh, saat membuka pertandingan cabang olahraga Shorinji Kempo pada POPDA ke-8 di Aula Komodo, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Jumat (23/10/2026) pagi.
Dalam arahannya, Julie menegaskan bahwa generasi muda tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga harus berani, peduli, serta memiliki ketangguhan fisik dan mental. Selain itu, penanaman karakter persaudaraan yang kuat antarsesama kenshi menjadi poin penting yang ia garis bawahi.
Menurut anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem ini, keterlibatan pelajar dalam olahraga merupakan investasi jangka panjang untuk membangun masa depan yang gemilang sekaligus membentuk karakter bangsa.
Julie optimis POPDA ke-8 mampu menjadi wadah strategis dalam mempersiapkan masa depan PERKEMI Indonesia yang lahir dari bumi NTT. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk saling bergandengan tangan dalam merajut persaudaraan dan konsisten membangun prestasi lewat kompetisi yang berkelanjutan.
“Ajang seperti POPDA ini harus terus dilestarikan karena menyajikan kompetisi yang terukur sejak usia pelajar. Kita berharap para peserta hari ini kelak menjadi juara nasional dan dunia yang mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” ujar Julie dalam pesan tertulisnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada para bupati, wali kota, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga se-NTT, pengurus PERKEMI tingkat kabupaten/kota, para pelatih, serta orang tua atlet. Menurutnya, dukungan dari semua lini sangat krusial dalam membangun sumber daya manusia NTT yang berkarakter dan tangguh.
Lebih lanjut, Julie memaparkan sejumlah agenda besar yang telah disiapkan.
Tahun 2027 dinilai sebagai momentum krusial untuk menguji kesiapan prestasi atlet NTT melalui kejuaraan dunia World Taikai 2027.
Demi mencapai target tersebut, standarisasi performa atlet harus disiapkan sejak dini agar mampu bersaing di level global.
Langkah konkret ini diawali dengan pelantikan pengurus PERKEMI NTT oleh Ketua Umum PB PERKEMI yang dijadwalkan pada 1 November 2026.
Momentum pelantikan ini menjadi genderang mulainya kerja keras dan kerja cerdas dengan standar internasional. PERKEMI NTT memastikan langkah ini bukan sekadar wacana, melainkan program terukur yang didukung oleh desain kerja komprehensif mulai dari perencanaan hingga proyeksi hasil.
Sebagai kelanjutan program, pada 2 November 2026, PERKEMI NTT akan langsung menggelar penjaringan atlet melalui ajang LLMC. Penjaringan ini difokuskan untuk mempersiapkan atlet potensial menuju World Taikai 2027 dan PON 2028.
Rangkaian target besar ini bertepatan dengan momentum emas pada 2 November 2027, di mana PERKEMI NTT akan genap berusia 48 tahun. Julie memandang usia tersebut sebagai fase kematangan organisasi untuk membuktikan kepada Indonesia dan dunia bahwa NTT mampu melahirkan prestasi olahraga yang luar biasa.
Menutup pesannya, istri dari Ketua Fraksi Nasdem DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat ini, berpesan kepada seluruh atlet untuk senantiasa menjaga kerendahan hati, memperkuat disiplin, pantang menyerah, dan tetap fokus pada target untuk menjadi yang terbaik. (* ER)







