Asah Kompetensi Paramedik Veteriner, SMK-PP Kementan Intensifkan Praktikum Fisiologi Ternak

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat komitmennya dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian yang unggul, profesional, dan berdaya saing.

Melalui SMK Pembangunan Pertanian (SMK-PP) Negeri Kupang, kegiatan praktikum intensif Fisiologi Ternak digelar bagi peserta didik pada Rabu (5/5/2026) sebagai langkah strategis menyiapkan calon paramedik veteriner yang kompeten.

Praktikum ini menitikberatkan pada pemeriksaan TPR (Temperatur, Pulsus, dan Respirasi) sebagai indikator vital dalam menilai kondisi kesehatan ternak. Ketiga parameter tersebut menjadi dasar utama dalam mendeteksi gangguan fisiologis secara dini.

Pemeriksaan temperatur tubuh melalui metode rektal memberikan informasi awal terkait potensi infeksi atau stres lingkungan.

Sementara itu, pengukuran denyut nadi (pulsus) dan frekuensi respirasi membantu siswa memahami kinerja sistem kardiovaskular dan pernapasan pada ternak.

Penguasaan teknik ini menjadi keterampilan dasar yang wajib dimiliki oleh paramedik veteriner dalam menunjang diagnosis yang akurat.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam mendorong transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern dan berkelanjutan.

“Kita membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki semangat, tetapi juga keterampilan teknis yang kuat. Praktikum seperti ini memastikan lulusan SMK-PP siap terjun ke dunia kerja dan berkontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan nasional, termasuk di sektor peternakan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, yang menekankan pentingnya penguatan praktik lapangan bagi peserta didik.

“Melalui praktikum fisiologi ternak, siswa dilatih memiliki ketelitian dan ketepatan dalam pemeriksaan klinis. Kemampuan ini sangat penting dalam upaya pencegahan penyakit agar ternak tetap sehat dan produktif,” jelasnya.

Kepala SMK-PP Negeri Kupang, Bogarth K. Watuwaya, menyampaikan bahwa kegiatan praktikum merupakan bagian dari penguatan kurikulum dalam menyambut pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL).

“Kami ingin siswa memiliki kesiapan penuh saat terjun ke dunia kerja. Mereka harus hadir sebagai solusi bagi peternak, dengan bekal keterampilan yang telah terasah melalui berbagai praktikum,” tegasnya.

Praktikum yang dilaksanakan di Instalasi Ternak Ruminansia (kambing) ini diikuti oleh siswa kelas XI program studi Keperawatan Hewan.

Kegiatan ini bertujuan menyelaraskan teknik pemeriksaan klinis sesuai standar operasional prosedur (SOP) veteriner, melatih kemampuan interpretasi data TPR terhadap kondisi lingkungan dan pakan, serta memberikan pengalaman simulasi yang mendekati kondisi lapangan.

Selain itu, praktikum ini juga memberikan manfaat nyata bagi siswa, di antaranya meningkatkan kemampuan deteksi dini penyakit, mengasah keterampilan palpasi dan auskultasi, serta memahami pentingnya pemantauan fisiologi ternak dalam menekan angka mortalitas dan meningkatkan produktivitas.

Guru pengampu mata pelajaran kesehatan hewan, Rupertus G. Oncok, yang membimbing langsung kegiatan tersebut, menegaskan bahwa keterampilan praktis merupakan kunci utama dalam dunia kerja.

“Praktikum ini adalah investasi keterampilan. Dengan memahami fisiologi ternak, siswa belajar mengenali kondisi hewan secara langsung.

Harapannya, saat PKL nanti mereka mampu menjadi asisten dokter hewan atau paramedik yang kompeten dan dapat diandalkan,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi simulasi mandiri, di mana setiap siswa diuji ketepatannya dalam menghitung denyut nadi dan frekuensi napas secara real-time.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lulusan SMK-PP Kementan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan ternak, mendukung swasembada daging, serta meningkatkan kesejahteraan peternak di Indonesia.(*/Rilis SMK PP Negeri Kupang/ ER)