KUPANG. NUSA FLOBAMORA—-SMK Pertanian Pembangunan (PP) Negeri Kupang terus memperkuat komitmennya dalam mencetak generasi muda pertanian yang unggul dan adaptif. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui pelatihan penyusunan soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) bagi para guru.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (29/04/2026) di aula sekolah ini menghadirkan narasumber dari Dinas Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur, yakni Welhemfridus Ndiwa dan Syahriati.
Seluruh guru turut berpartisipasi aktif sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah.
Melalui penerapan soal berbasis HOTS, peserta didik didorong tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu berpikir kritis, analitis, serta terampil dalam memecahkan permasalahan nyata, khususnya di bidang pertanian dan peternakan.
Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan sumber daya manusia pertanian. Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya regenerasi petani yang berkualitas dan berdaya saing.
“Generasi muda harus menjadi motor penggerak pembangunan pertanian. Mereka perlu dibekali kemampuan berpikir dan keterampilan yang kuat agar mampu berinovasi,” ujar Mentan Amran.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam mencetak SDM pertanian yang kompeten dan siap menghadapi tantangan.
“Kualitas lulusan sangat ditentukan oleh proses pembelajaran yang mendorong daya pikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah. Ini yang terus kita dorong di Polbangtan/PEPI dan SMK PP,” jelasnya.
Kepala SMK PP Negeri Kupang, Bogarth K. Watuwaya, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran sekaligus kualitas lulusan.
“Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas guru, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas peserta didik. Kami ingin lulusan SMK PP Kupang menjadi generasi pertanian yang kritis, inovatif, dan siap terjun ke dunia kerja maupun berwirausaha,” ungkapnya.
Dalam sesi materi, Syahriati menjelaskan bahwa soal HOTS dirancang untuk melatih kemampuan siswa dalam menganalisis, mengevaluasi, hingga menciptakan solusi atas berbagai persoalan.
“Dengan terbiasa menghadapi soal HOTS, siswa akan lebih siap menghadapi tantangan riil di lapangan, terutama di sektor pertanian yang terus berkembang,” terangnya.
Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti praktik penyusunan soal kontekstual sesuai bidang keahlian, seperti agribisnis tanaman dan peternakan. Pendekatan ini diharapkan mampu menjembatani antara teori dan praktik di dunia nyata.
Melalui kegiatan ini, SMK PP Negeri Kupang semakin menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan vokasi yang berorientasi pada masa depan.
Ke depan, sekolah berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program inovatif guna mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menjadi pelaku utama dalam memajukan sektor pertanian nasional.(*/ Rilis SMK PP Negeri Kupang/ ER)







