KUPANG, NUSA FLOBAMORA—– Kementan melalui SMK PP N Kupang terus berupaya mencetak generasi tangguh yang kompeten di bidang pertanian , khususnya subsektor peternakan. Upaya tersebut dilakukan melalui pembelajaran teori dan praktik yang membekali peserta didik dengan keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja, salah satunya melalui praktik pengenalan organ reproduksi ternak ruminansia yang dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan Hewan SMK PP Negeri Kupang Kamis, (17/9/2026).
Kegiatan praktikum tersebut diikuti peserta didik Program Studi Keperawatan Hewan kelas XI A dan kelas B dengan didampingi pengampu mata pelajaran Reproduksi Ternak. Melalui kegiatan ini, peserta didik mendapatkan kesempatan untuk mengenal secara langsung bagian-bagian organ reproduksi pada ternak jantan maupun betina serta memahami fungsi masing-masing organ dalam sistem reproduksi ternak.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan pertanian dan peternakan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga mempunyai keterampilan teknis dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Pembangunan sektor pertanian dan peternakan harus didukung oleh generasi muda yang kompeten, terampil, dan memiliki semangat untuk terus belajar. Pendidikan vokasi menjadi bagian penting dalam menyiapkan tenaga terampil yang mampu menjawab kebutuhan sektor pertanian dan peternakan,” ujar Amran.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa pendidikan vokasi pertanian harus mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi praktis.
“Peserta didik perlu mendapatkan pengalaman pembelajaran yang seimbang antara teori dan praktik. Dengan praktik secara langsung, mereka dapat memahami materi secara lebih konkret sekaligus membangun keterampilan yang nantinya dapat diterapkan di dunia kerja maupun di tengah masyarakat,” jelasnya.
Kepala SMK PP N Kupang Bogarth K. Watuwaya mengatakan bahwa pembelajaran berbasis praktik merupakan bagian penting dalam proses pendidikan di sekolah vokasi. Menurutnya, peserta didik Program Studi Keperawatan Hewan tidak cukup hanya memahami konsep secara teori, tetapi juga harus mampu mengenali dan memahami kondisi biologis hewan secara langsung.
“Melalui praktikum reproduksi ternak, peserta didik kami diarahkan untuk memiliki kemampuan dasar yang kuat dalam mengenali organ reproduksi ternak. Kompetensi ini penting bagi calon tenaga keperawatan hewan karena sistem reproduksi merupakan salah satu aspek yang berkaitan dengan kesehatan dan keberlangsungan produktivitas ternak,” ungkap Bogarth.
Dalam pelaksanaan praktikum, peserta didik mempelajari organ reproduksi ternak jantan dan betina. Mereka diperkenalkan dengan berbagai bagian organ reproduksi, baik secara anatomi maupun berdasarkan fungsi dan perannya dalam proses reproduksi.
Pada ternak jantan, peserta didik mempelajari bagian-bagian organ reproduksi seperti testis, epididimis, vas deferens, kelenjar kelamin tambahan, uretra, penis, dan bagian terkait lainnya. Sementara pada ternak betina, peserta didik mengenal organ seperti ovarium, oviduk, uterus, serviks, vagina, serta bagian reproduksi lainnya.
Guru pengampu mata pelajaran Reproduksi Ternak T. M. Thiesen Outang menjelaskan bahwa praktikum dirancang agar peserta didik tidak sekadar menghafal nama organ, tetapi mampu memahami keterkaitan antara bentuk, fungsi, dan kesehatan organ reproduksi.
“Peserta didik belajar mengenali setiap bagian organ reproduksi sekaligus memahami fungsinya. Dengan demikian, mereka memiliki dasar pengetahuan yang dapat mendukung keterampilan keperawatan hewan, terutama dalam melakukan pengamatan dan mengenali kondisi normal maupun adanya indikasi gangguan pada sistem reproduksi ternak,” terang Thiesen.
Menurutnya, pemahaman mengenai reproduksi ternak juga memberikan wawasan kepada peserta didik mengenai pentingnya kesehatan reproduksi dalam mendukung keberhasilan usaha peternakan. Reproduksi yang sehat berhubungan dengan keberlanjutan populasi ternak dan produktivitas peternakan.
Menurutnya, pemahaman mengenai reproduksi ternak juga memberikan wawasan kepada peserta didik mengenai pentingnya kesehatan reproduksi dalam mendukung keberhasilan usaha peternakan. Reproduksi yang sehat berhubungan dengan keberlanjutan populasi ternak dan produktivitas peternakan.
Praktikum ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta didik dalam mengenali organ reproduksi ternak jantan dan betina, memahami fungsi masing-masing organ, serta menghubungkan pengetahuan reproduksi dengan kompetensi keperawatan hewan.
Selain meningkatkan kompetensi teknis, kegiatan tersebut juga memberikan manfaat berupa pengalaman belajar langsung, melatih ketelitian peserta didik dalam melakukan pengamatan, meningkatkan kemampuan bekerja secara sistematis, serta menumbuhkan sikap profesional dalam menangani ternak.
Diharapkan melalui kegiatan praktikum tersebut, peserta didik Program Studi Keperawatan semakin memahami pentingnya kesehatan reproduksi ternak. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan menjadi bekal bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, berwirausaha, maupun berkontribusi dalam pembangunan peternakan di daerah.
Dengan pembelajaran vokasi yang menggabungkan teori dan praktik, SMK PP N Kupang terus mendorong lahirnya generasi muda pertanian yang terampil, kompeten, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja, sekaligus mendukung terwujudnya sumber daya manusia pertanian yang tangguh dan berdaya saing.(*Rilis SMK PP Negeri Kupang/ ER)







