MAUMERE, NUSA FLOBAMORA– PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan (UIK) Dwipantara melalui Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Flores secara resmi mendeklarasikan komitmen implementasi bahan bakar Biosolar B50 di Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Maumere berkapasitas 40 Megawatt (MW). Langkah strategis ini menjadi bukti nyata dukungan penuh PLN terhadap kebijakan Pemerintah Republik Indonesia dalam mempercepat transisi energi, menekan ketergantungan pada bahan bakar fosil, dan mengoptimalkan potensi sumber daya domestik.
Biosolar B50 merupakan bahan bakar alternatif yang memadukan 50 persen biodiesel berbasis Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dengan 50 persen minyak solar. Penerapan bahan bakar ramah lingkungan ini diharapkan mampu memperkokoh ketahanan energi nasional sekaligus menggerakkan roda perekonomian melalui hilirisasi industri sawit dalam negeri.
Deklarasi yang diikuti oleh seluruh jajaran manajemen dan pegawai UPK Flores ini menegaskan kesiapan penuh dari sisi sumber daya manusia (SDM) maupun infrastruktur teknis di unit pembangkit.
Manager PLN UPK Flores, Tri Handoko, menjelaskan bahwa PLTMG Maumere telah melakukan serangkaian persiapan teknis guna memastikan kelancaran masa transisi ke bahan bakar ramah lingkungan ini tanpa mengorbankan performa mesin pembangkit.
“Kami di unit pelaksana telah menyusun langkah-langkah mitigasi dan penyesuaian parameter mesin agar proses pembakaran Biosolar B50 berjalan optimal. Seluruh tim berkomitmen penuh untuk mengawal uji coba hingga implementasi penuh secara berkala. Fokus utama kami adalah menjaga agar seluruh peralatan pembangkit tetap andal, efisien, dan aman, sehingga pasokan listrik ke sistem Flores tetap terjaga tanpa kedipan,” jelas Tri Handoko.
Langkah ini juga mendapat dukungan penuh secara struktural dari level wilayah operasional. General Manager PLN UIK Dwipantara, Rita Triani, menegaskan bahwa implementasi Biosolar B50 di Flores merupakan bagian dari program besar korporasi menuju era energi bersih.
“Deklarasi ini adalah wujud nyata komitmen seluruh insan PLN dalam menyukseskan program strategis pemerintah. Kami memastikan bahwa setiap tahapan implementasi Biosolar B50 di lapangan berjalan dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja (safety) dan keandalan sistem. Target utama kami adalah mendukung pencapaian bauran energi nasional tanpa sedikit pun mengurangi kualitas layanan kelistrikan bagi masyarakat,” ujar Rita.
Pemanfaatan Biosolar B50 di PLTMG Maumere diproyeksikan memberikan dampak positif yang signifikan di berbagai sektor:
* Reduksi Emisi: Berkontribusi nyata dalam penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) guna mencapai target Net Zero Emission.
* Kemandirian Energi: Mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil dengan memanfaatkan bahan baku berbasis kelapa sawit domestik.
* Dampak Ekonomi: Mendorong pertumbuhan industri biodiesel nasional dan menciptakan nilai tambah bagi produk dalam negeri.
Melalui semangat kolaborasi dan inovasi yang berlandaskan pada prinsip Safety, Reliability, Efficiency, and Sustainability (SRES), PLN UIK Dwipantara melalui UPK Flores siap mengawal implementasi ini secara konsisten. Langkah ini diharapkan menjadi pemantik bagi digitalisasi dan modernisasi pembangkit hijau lainnya di Pulau Flores, demi menghadirkan energi yang tidak hanya andal, tetapi juga bersih dan berkelanjutan bagi masa depan Indonesia.(*ER)






