Sabet Juara Umum Tahun Lalu, Kelurahan Nefonaek Siap Pertahankan Gelar di Lomba Kebersihan Kota Kupang 2026

KUPANG, NUSA FLOBAMORA—–Penjabat Walikota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi telah meluncurkan Lomba Kebersihan Antar-Kelurahan Tahun 2026 dengan total hadiah fantastis mencapai Rp100 juta. Momentum ini menjadi tantangan besar sekaligus pembuktian bagi Kelurahan Nefonaek, sang petahana yang sukses menyabet gelar Juara Umum pada kompetisi serupa tahun lalu.

Guna mempertahankan prestasi bergengsi tersebut, Kelurahan Nefonaek bergerak cepat menyusun strategi matang.

Kepala Seksi Pemerintahan dan Ketertiban Masyarakat (Kasipem) Kelurahan Nefonaek, David Ludji, S.H., menegaskan bahwa kolaborasi total adalah kunci utama mereka.

“Langkah konkret kami untuk mempertahankan gelar juara umum adalah dengan membentuk Tim Kebersihan Kelurahan. Tim ini mengintegrasikan seluruh elemen masyarakat, mulai dari perangkat kelurahan, RT, RW, LPM, PKK, Karang Taruna, tokoh agama, hingga warga luas,” ujar David saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/7/2026).

AKSI NYATA dan MANAJEMEN BERBASIS RT

Kelurahan Nefonaek menerapkan sistem manajemen kebersihan yang terstruktur. Agenda rutin seperti “Jumat Bersih” atau “Sabtu Bersih” kini wajib digelar secara berkala di setiap RT. Tidak hanya itu, untuk memacu semangat kompetisi di tingkat bawah, pihak kelurahan menggelar lomba kebersihan antar-RT setiap bulan lengkap dengan penghargaan bagi RT terbaik.

“Kami juga menyediakan tempat sampah terpilah untuk organik dan non-organik di titik-titik strategis. Pemangkasan rumput liar, pembersihan drainase, serta penataan taman berkala terus kami lakukan di bawah pemantauan dan evaluasi rutin pihak kelurahan,” tambah David.

TEROBOSAN INOVASI HIJAU

Tak sekadar membersihkan lingkungan, Kelurahan Nefonaek juga mengusung lima inovasi unggulan untuk mendongkrak penilaian tahun ini:

*Ekonomi Sirkular: Menghadirkan Bank Sampah Kelurahan guna mengubah sampah menjadi barang bernilai ekonomis.

*Gerakan Penghijauan: Meluncurkan program One House One Plant (Satu Rumah Satu Tanaman) dan membangun Kampung Hijau dengan taman mini di setiap RT.

*Kreativitas Tanpa Batas: Mengadakan lomba pemanfaatan barang bekas menjadi kerajinan tangan estetis

*Aktivasi Pemuda: Membentuk Satgas Kebersihan Lingkungan yang digerakkan oleh pemuda dan relawan lokal.

*Digitalisasi Komunikasi: Memanfaatkan media sosial dan grup WhatsApp untuk pelaporan kondisi lingkungan secara real-time sekaligus media apresiasi warga aktif.

MENJAWAB TANTANGAN KLASIK

Meski optimis, David tidak menampik adanya enam tantangan besar yang membayangi, antara lain:

1.Tingkat kesadaran masyarakat yang belum merata.
2.Konsistensi partisipasi warga dalam agenda gotong royong.
3.Optimalisasi pemilahan sampah yang harus dimulai dari skala rumah tangga.
4.Keterbatasan sarana prasarana, seperti jumlah tempat sampah, alat kebersihan hingga armada penganggur.
5.Menjaga konsistensi kebersihan agar berkelanjutan, bukan sekedar formalitas saat penilaian lomba.
6.Penyelarasan koordinasi antar-RT/RW demi standarisasi kebersihan yang merata di seluruh wilayah kelurahan.

Di akhir wawancara, David memberikan apresiasi tinggi terhadap program yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Kupang ini.

“Lomba kebersihan ini sangat positif. Kebijakan ini sukses mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan, menghidupkan kembali gotong-royong yang sempat pudar, serta menciptakan lingkungan Kota Kupang yang sehat, Indah, dan nyaman untuk ditinggali” pungkas David optimis.( ER)