Rayakan HUT ke-25, PLN UIW NTT Gandeng BBKSDA Hijaukan Pesisir Lewat 57.750 Bibit Mangrove

KUPANG, NUSA FLOBAMORA—-Menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) melakukan aksi nyata untuk bumi.

Komitmen hijau ini diwujudkan melalui peluncuran program restorasi lingkungan berkelanjutan dengan target menanam 57.750 bibit mangrove.

Kick-off program ditandai dengan penanaman simbolis di Pantai Muara Abu, Oesapa Barat, Kota Kupang, Jumat (12/06).

Program pemulihan ekosistem pesisir ini dirancang sebagai komitmen jangka panjang yang berjalan bertahap dari tahun 2025 hingga 2028.

Ada tiga lokasi strategis di NTT yang menjadi fokus sebaran restorasi ini, yaitu Pantai Beringin (Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang), Desa Tanah Merah (Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang), dan Pantai Talibura (Kabupaten Sikka).

Aksi masif ini dihadiri langsung oleh General Manager PLN UIW NTT beserta jajaran manajemen. Sinergi di lapangan semakin kuat dengan kehadiran Kepala Seksi Konservasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT, Lurah Oesapa Barat, Kepala Desa Tanah Merah, serta Kepala Desa Pantai Beringin.

Semangat kolaborasi kian terasa berkat keterlibatan sekitar 250 peserta. Pesisir pantai dipadati oleh karyawan PLN, perwakilan instansi pemerintah, komunitas peduli lingkungan, tokoh adat, serta masyarakat lokal yang antusias menghijaukan pantai.

General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa penanaman puluhan ribu mangrove ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan.

Langkah ini merupakan bentuk investasi ekologis jangka panjang PLN untuk melindungi ruang hidup masyarakat pesisir di NTT.

“Sebagai Perusahaan Milik Negara, komitmen PLN tidak terbatas pada penyediaan energi listrik yang andal saja. Lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), kami mengambil peran aktif di garda terdepan dalam menjaga kelestarian alam.

Penanaman 57.750 bibit mangrove hingga tahun 2028 ini diharapkan mampu menjadi benteng alami yang efektif mencegah abrasi, memulihkan ekosistem biota laut, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi baru berbasis ekowisata bagi masyarakat lokal,” ujar Eko.

Sinergi positif ini disambut hangat oleh pihak otoritas konservasi setempat. Kepala Seksi Konservasi BBKSDA NTT, Imanuel Ndun, S.Hut, M.Si., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas konsistensi dan kepedulian yang ditunjukkan oleh insan PLN dalam menjaga wilayah konservasi laut.

“Langkah jangka panjang yang diambil oleh PLN dari tahun 2025 hingga 2028 ini adalah contoh nyata bagaimana korporasi dapat berjalan selaras dengan alam. Restorasi ekosistem mangrove di Pantai Beringin, Tanah Merah, dan Talibura memerlukan konsistensi tinggi. Kami dari BBKSDA siap mengawal dan bekerja sama agar puluhan ribu bibit yang ditanam dapat tumbuh optimal dan memberikan dampak ekologis yang luas bagi kelangsungan lingkungan di NTT,” ungkap Imanuel.

Apresiasi mendalam juga diutarakan oleh Plt. Lurah Oesapa Barat, Natalia Surat Sanga, S.Sos. Ia menilai kehadiran program dari PLN ini memberikan suntikan semangat baru bagi masyarakat sekitar untuk semakin sadar akan pentingnya menjaga kawasan pantai.

“Kami atas nama Pemerintah Kelurahan Oesapa Barat menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada PLN UIW NTT yang telah mendukung kami dalam pelestarian lingkungan dan menjaga kelestarian ekosistem mangrove. Harapan kami ke depan, program ini bisa terus berkelanjutan dan ditingkatkan karena dampak positifnya sangat nyata dirasakan oleh masyarakat,” tutur Natalia.

Aksi penanaman simbolis di Pantai Muara Abu Oesapa ini berjalan khidmat dan penuh antusiasme. Seluruh elemen yang hadir—mulai dari manajemen PLN, pejabat kedinasan, hingga ratusan warga—bahu-membahu menancapkan anakan mangrove ke dalam lumpur pesisir.

Melalui program berkelanjutan ini, PLN terus membuktikan jalannya sebagai perusahaan energi yang tidak hanya andal dalam menerangi, tetapi juga tulus dan konsisten dalam menghijaukan bumi Nusantara.(*/ER)