KUPANG, NUSA FLOBAMORA— SMK Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Kupang, Kementerian Pertanian, terus memperkuat kualitas pendidikan vokasi melalui Workshop Pembelajaran Mendalam Tahun Ajaran 2026–2027 yang mengusung tema “Berkolaborasi, Bertumbuh, dan Berdampak: Mewujudkan Pembelajaran Bermakna Melalui Experiential Learning”. Kegiatan berlangsung di Kabupaten Timor Tengah Selatan, 23–26 Juni 2026.
Workshop menjadi bagian dari komitmen SMK-PP Negeri Kupang dalam meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik sekaligus mendukung transformasi pendidikan vokasi pertanian.
Melalui pendekatan experiential learning, guru didorong menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual, sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar nyata melalui praktik lapangan, pemecahan masalah, serta kegiatan produksi dan agribisnis.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia pertanian harus diawali dengan penguatan kompetensi para pendidik.
“Guru merupakan ujung tombak dalam mencetak generasi muda pertanian yang unggul, inovatif, dan berdaya saing. Untuk mendukung kedaulatan pangan dan pertanian modern, kita membutuhkan tenaga pendidik yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan industri. Melalui pembelajaran yang bermakna dan berbasis pengalaman, siswa akan lebih siap menghadapi tantangan sektor pertanian masa depan,” ujar Mentan Amran.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan transformasi pendidikan vokasi harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas guru sebagai fasilitator pembelajaran.
“Pendidikan vokasi pertanian harus mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Karena itu, guru perlu terus mengembangkan kompetensinya melalui berbagai program peningkatan kapasitas. Workshop ini menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih efektif, kontekstual, dan berorientasi pada hasil,” jelasnya.
Kepala SMK-PP Negeri Kupang, Bogarth K. Watuwaya, menyampaikan bahwa workshop menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh guru dalam menyambut tahun ajaran baru.
“Kolaborasi menjadi kunci keberhasilan pendidikan, bertumbuh adalah semangat untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas, sedangkan berdampak merupakan tujuan akhir dari seluruh proses pendidikan. Kami berharap seluruh guru mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna sehingga menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap berkarya di sektor pertanian,” ungkapnya.
Workshop menghadirkan Pengawas SMA/SMK Kabupaten Kupang, Welhemfridus Ndiwa, yang memaparkan kebijakan pembelajaran mendalam, penguatan profil lulusan, serta implementasi Teaching Factory (TEFA).
Ia menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif sehingga mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan penyelesaian masalah.
Selain itu, peserta memperoleh materi dari Pengawas SMA/SMK Kabupaten Kupang, Syahriyati, mengenai strategi penguatan pembelajaran mendalam, tantangan pendidikan, serta pembangunan komitmen menghadapi Tahun Ajaran 2026–2027.
Menurutnya, guru dituntut menerapkan pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan berpusat pada peserta didik agar mampu menjawab perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
Melalui workshop ini, para guru juga menyusun komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas perencanaan pembelajaran, memperkuat implementasi Teaching Factory, serta menghadirkan layanan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik dan dunia usaha maupun dunia industri.
SMK-PP Negeri Kupang berharap kegiatan ini semakin memperkuat budaya kolaborasi dan profesionalisme tenaga pendidik, sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, menyenangkan, dan berdampak dalam mencetak lulusan pertanian yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan sektor pertanian modern.(*Rilis SMK PP Negeri Kupang/ ER)







