Kisah Haru di Beranda Negeri, Saat personel Ketuk Hati dan Harapan Siswa SDN Nuse di ROTE NDAO

ROTE NDAO, NUSA FLOBAMORA—Perjalanan survei teknis untuk memastikan lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Nuse berubah menjadi momen penuh kehangatan.

Kehadiran personel PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Rote Ndao di salah satu beranda terdepan negeri ini tidak hanya membawa misi menghadirkan energi, tetapi juga berhasil menyalakan api semangat dan mimpi besar di dada generasi penerus bangsa.

Di tengah agenda survei, tim PLN berinisiatif mengambil langkah spontan: singgah dan menyapa langsung aktivitas pendidikan di UPTD SD Negeri Nuse.

Kehadiran para petugas berseragam biru ini langsung disambut riuh gembira oleh puluhan siswa yang berhamburan keluar kelas dengan binar mata penuh rasa ingin tahu.

Pertemuan singkat di halaman sekolah itu seketika bertransformasi menjadi ruang dialog yang sarat makna. Melalui cerita interaktif tentang perjuangan insan PLN menerobos ombak, mendaki bukit, dan menantang cuaca demi mengalirkan terang ke pelosok Nusantara, anak-anak Pulau Nuse mendapatkan gambaran nyata tentang arti sebuah dedikasi.

Melihat langsung para “pahlawan kemanusiaan” yang bekerja nyata di lapangan, para siswa mengaku mendapatkan suntikan motivasi baru. Mereka terinspirasi untuk belajar lebih giat agar kelak dapat tumbuh menjadi sosok yang membawa manfaat luas bagi masyarakat, persis seperti ketulusan pegawai PLN yang terus mengusahakan terang bagi sesama.

Suasana haru dan bahagia membuncah ketika Aldo, salah seorang siswa UPTD SD Negeri Nuse, dengan polos namun mendalam mengungkapkan cita-cita barunya setelah berdialog dengan tim PLN.

“Saya senang sekali hari ini bisa bertemu langsung dengan Kaka-kaka PLN yang biasa bikin lampu menyala di rumah-rumah. Saya mau rajin sekolah dan belajar pintar seperti Kaka-kaka semua. Nanti kalau saya sudah besar, saya juga mau kerja keras supaya bisa kasih manfaat dan bantu banyak orang,” ungkap Aldo, membuat seisi halaman sekolah diliputi rasa haru.

Momen interaksi spontan ini memberikan kesan mendalam bagi tim lapangan yang bertugas. Manager ULP Rote Ndao, Yohanes Fernandes Lay, yang memimpin langsung perjalanan tersebut, mengaku sangat tersentuh melihat respons luar biasa dari para siswa.

“Awalnya kami murni melakukan perjalanan dinas untuk agenda PLTS. Namun melihat anak-anak di UPTD SDN Nuse, kami merasa terpanggil untuk singgah. Sungguh di luar dugaan, sambutan mereka begitu hangat. Mendengar mereka berkata ingin menjadi seperti insan PLN yang membawa manfaat dan menerangi sesama adalah momen yang sangat mengharukan bagi kami. Ini membuktikan bahwa kehadiran kami di pelosok bukan hanya soal teknis kelistrikan, tetapi juga tentang hadirnya raga dan hati kami untuk menyalakan harapan mereka,” ungkap Yohanes penuh bangga.

Antusiasme dan ketulusan anak-anak di pulau terluar tersebut menjadi energi tambahan yang luar biasa bagi manajemen PLN untuk terus mengabdi.

Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kupang, Nikolas Denis Adrian, mengungkapkan bahwa interaksi humanis di Pulau Nuse ini membawa pesan mendalam bagi seluruh korporasi.

“Melihat binar mata dan mendengarkan langsung bagaimana anak-anak di UPTD SDN Nuse terinspirasi oleh apa yang kami kerjakan adalah sebuah kehormatan sekaligus suntikan semangat yang luar biasa bagi seluruh insan PLN.

Harapan dan mimpi yang mereka titipkan menjadi bahan bakar moral bagi kami semua untuk terus melangkah tanpa lelah, berkomitmen penuh menghadirkan listrik yang merata dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia, dari kota hingga ke pelosok negeri,” tegas Denis.

Komitmen ini diperkuat oleh manajemen di tingkat wilayah. General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT), F. Eko Sulistyono, menyatakan bahwa ketulusan dan harapan yang terpancar dari anak-anak Pulau Nuse adalah potret nyata mengapa PLN harus terus hadir di garis depan pembangunan infrastruktur kelistrikan, khususnya melalui pemanfaatan energi bersih.

Bagi kami di PLN UIW NTT, binar mata anak-anak di Pulau Nuse adalah pengingat berharga bahwa di balik setiap megawatt listrik yang kita alirkan melalui PLTS, ada masa depan yang sedang kita rawat.

“Harapan kamu hadirnya listrik yang andal dan ramah lingkungan di kampung tersebut tidak hanya menyinari rumah-rumah mereka, tetapi juga bawa harapan baru, kualitas pendidikan dan menuntun mereka meraih cita-cita setinggi langit.

PLN berkomitmen untuk tidak meninggalkan siapapun di belakang ( leave no one behind) dalam transisi energi ini” pungkas Eko.(*/ER)