Inflasi NTT Mei 2026 Tembus 2,76 Persen, Waingapu Catat Kenaikan Tertinggi

KUPANG, NUSA FLOBAMORA—Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat inflasi tahunan (year on year / y-on-y) sebesar 2,76 persen pada Mei 2026, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 110,60.

Waingapu menjadi wilayah dengan inflasi tertinggi yang menyentuh angka 3,71 persen (IHK 112,64).

Sebaliknya, inflasi terendah terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang hanya sebesar 0,95 persen (IHK 110,82).

Data tersebut dipaparkan langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Matamira B. Kale, dalam konferensi pers secara daring pada Selasa (2/6/2026).

Matamira menjelaskan bahwa inflasi y-on-y pada Mei 2026 dipicu oleh lonjakan harga di 10 dari 11 kelompok pengeluaran.

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang kenaikan tertinggi yang melonjak hingga 15,55 persen.

Secara rinci, kenaikan indeks harga pada kelompok pengeluaran lainnya meliputi:Kelompok transportasi naik 3,32 persen.Kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik 2,48 persen.Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran naik 2,35 persen.Kelompok kesehatan naik 1,80 persen.Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik 1,61 persen.Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik 0,59 persen.Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik 0,53 persen.

Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan naik 0,47 persen.Kelompok pakaian dan alas kaki naik 0,29 persen.

Di sisi lain, terdapat satu sektor yang mengalami penurunan indeks harga atau deflasi, yaitu kelompok pendidikan sebesar 2,25 persen.

Meski mengalami inflasi secara tahunan, Provinsi NTT sebenarnya mengalami deflasi bulanan (month to month / m-to-m) sebesar 0,26 persen pada Mei 2026 jika dibandingkan dengan April 2026.

Adapun inflasi tahun kalender (year to date / y-to-d) NTT tercatat berada di angka 1,52 persen.(ER)