KUPANG. NUSA FLOBAMORA–Siswa SMK Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Kupang melaksanakan praktik pembelajaran pengolahan pascapanen padi, Kamis (05/02/2026) dengan memanfaatkan teknologi rice milling sebagai bagian dari penguatan kompetensi vokasi pertanian.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi pendidikan vokasi pertanian dalam mendukung program strategis nasional, khususnya percepatan swasembada pangan.
Praktik pengolahan pascapanen tersebut diikuti oleh siswa dari kompetensi keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH).
Dalam kegiatan ini, siswa mempelajari secara langsung tahapan pengolahan gabah menjadi beras, mulai dari proses pembersihan, pengupasan, penyosohan hingga pengemasan hasil produksi menggunakan mesin rice milling yang tersedia di lingkungan sekolah.
Kegiatan praktik ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan teknis siswa, tetapi juga menanamkan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan pascapanen yang baik guna menjaga mutu hasil pertanian, mengurangi kehilangan hasil, serta meningkatkan nilai tambah komoditas padi.
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa swasembada pangan harus didukung dari hulu hingga hilir, termasuk penguatan sumber daya manusia pertanian.
“Swasembada pangan tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi, tetapi juga harus dibarengi dengan pengelolaan pascapanen yang baik dan modern. Di sinilah peran pendidikan vokasi pertanian menjadi sangat strategis dalam menyiapkan generasi muda yang kompeten dan siap terjun ke sektor pertanian,” ujar Mentan Amran.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa SMK-PP sebagai unit pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam mencetak SDM pertanian unggul.
“Kami mendorong SMK-PP untuk terus memperkuat pembelajaran berbasis praktik, termasuk pengolahan pascapanen.Penguasaan teknologi seperti rice milling akan membekali siswa dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, sekaligus mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional,” jelasnya.
Kepala SMK-PP Negeri Kupang, Bogarth K. Watuwaya, menyampaikan bahwa praktik pengolahan pascapanen padi merupakan bagian dari implementasi kurikulum berbasis industri dan kebijakan link and match.
Menurutnya, siswa tidak hanya diajarkan menanam dan memanen, tetapi juga memahami rantai nilai pertanian secara utuh.
“Melalui praktik pengolahan pascapanen padi menggunakan rice milling, kami ingin membekali siswa dengan keterampilan riil yang dapat langsung diterapkan di lapangan. Ini adalah bagian dari upaya sekolah dalam mendukung program swasembada pangan sekaligus menyiapkan lulusan yang mandiri, profesional, dan berdaya saing,” ungkapnya.
Para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan praktik. Mereka tidak hanya belajar mengoperasikan mesin, tetapi juga berdiskusi mengenai tantangan pengolahan pascapanen padi di daerah serta solusi yang dapat diterapkan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang menghubungkan teori di kelas dengan praktik nyata di lapangan.
Sementara itu, guru pembimbing praktik, Pedro D.S. Martins menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar siswa memahami standar operasional pengolahan padi yang baik dan benar.
“Siswa dilatih mulai dari pengaturan mesin, pengendalian mutu beras, hingga perhitungan rendemen hasil. Pengetahuan ini sangat penting agar mereka memahami bagaimana meningkatkan kualitas produk dan efisiensi usaha tani,” jelasnya.
Menurutnya, penguasaan teknologi pascapanen seperti rice milling menjadi kunci dalam menekan kehilangan hasil dan meningkatkan kesejahteraan petani. Oleh karena itu, siswa perlu dikenalkan sejak dini dengan teknologi pertanian modern yang relevan dengan kondisi lapangan.
Dengan terlaksananya praktik pengolahan pascapanen padi ini, SMK-PP Negeri Kupang menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan dan swasembada pangan nasional.
Melalui penguatan kompetensi siswa di bidang pascapanen, diharapkan lulusan SMK-PP mampu menjadi pelaku utama pembangunan pertanian yang adaptif, inovatif, dan berkontribusi nyata bagi ketahanan pangan Indonesia.(*/Rilis SMK PP Negeri Kupang/ ER)






