KUPANG, NUSA FLOBAMORA—-Potensi energi surya di Nusa Tenggara Timur (NTT) terbukti melimpah dan menyimpan peluang besar untuk terus dikembangkan. Salah satu bukti nyatanya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Oelpuah yang terletak di Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.
Infrastruktur hijau ini kini kokoh berdiri sebagai salah satu aset strategis penyokong energi ramah lingkungan di Pulau Timor.
Pembangkit berkapasitas 5 Megawatt Peak (MWp) yang membentang di atas lahan seluas 5 hektare ini mulai beroperasi sejak tahun 2016.
Awalnya, PLTS ini dimiliki oleh PT Len Industri (Persero), sebelum akhirnya tongkat kepemilikan dialihkan kepada PT Surya Energi Indotama (SEI) pada tahun 2022.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, F. Eko Sulistyono, menegaskan pentingnya peran PLTS ini saat meninjau langsung lokasi pembangkit pada Kamis (18/6/2026).
Di hadapan awak media, Eko memaparkan bahwa karakteristik PLTS sangat unik dibandingkan dengan pembangkit konvensional yang berbasis mekanik dan bahan bakar fosil.
“Produksi listrik dari PLTS sangat bergantung pada intensitas radiasi matahari. Penyerapan energi mencapai titik optimal pada jam-jam tertentu, khususnya antara pukul 11.00 hingga 14.00 WITA. Sebaliknya, kapasitas pembangkitan akan menurun seiring berkurangnya intensitas cahaya matahari,” urai Eko.
Meski fluktuatif, iklim NTT yang didominasi musim kemarau panjang justru menjadi berkah tersendiri. Tingkat penyinaran matahari yang tinggi di wilayah ini memposisikan NTT sebagai daerah yang sangat unggul untuk pengembangan energi surya masa depan.
Secara teknis, PLTS Oelpuah mengadopsi sistem On-Grid yang terintegrasi langsung dengan jaringan transmisi PLN.
Radiasi matahari yang ditangkap oleh panel surya dikonversi menjadi arus listrik searah (DC). Arus tersebut kemudian diubah oleh komponen inverter menjadi arus bolak-balik (AC) sebelum akhirnya dialirkan untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggan.
Melihat tren konsumsi listrik masyarakat yang terus melonjak, Eko menilai kapasitas PLTS Oelpuah sangat potensial untuk dieksplorasi dan ditingkatkan di masa mendatang.
Langkah ekspansi ini krusial untuk mengimbangi pertumbuhan beban listrik sekaligus memperkuat bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) di wilayah NTT.
“Apabila permintaan listrik semakin besar, kapasitas pembangkit tentu perlu ditambah. Langkah ini penting agar kita mampu menyuplai kebutuhan energi masyarakat secara optimal dan berkelanjutan,” jelasnya
Komitmen PLN UIW NTT tidak hanya mandek pada pemenuhan infrastruktur energi hijau, melainkan juga menyentuh aspek kesejahteraan sosial masyarakat sekitar.
Pada momentum kunjungan tersebut, PLN turut menyerahkan bantuan penyambungan listrik gratis kepada 50 keluarga kurang mampu di Desa Oelpuah.
Langkah humanis ini mendapat apresiasi mendalam dari warga setempat.
Akses listrik gratis ini dinilai menjadi angin segar bagi warga yang selama ini mengalami keterbatasan ekonomi.
Kehadiran listrik yang merata ini diharapkan mampu memicu lompatan kualitas hidup, mendukung proses pendidikan anak-anak, serta menggerakkan roda perekonomian desa secara lebih produktif.
Melalui sinergi pengembangan PLTS Oelpuah dan program sosial ini, PLN UIW NTT sukses membuktikan komitmen memperkokoh ketahanan energi nasional berbasis lingkungan sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat di garda depan nusantara.( ER)







