KUPANG.NUSA FLOBAMORA—–Komitmen menciptakan lingkungan pendidikan dan kerja yang bersih dari penyalahgunaan narkotika terus diperkuat Kementerian Pertanian melalui Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK PP) Negeri Kupang.
Upaya tersebut diwujudkan melalui tes urin bagi aparatur sipil negara (ASN), tenaga pendidik, dan peserta didik pada Senin (11/5/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah preventif sekaligus pengawasan internal untuk memastikan lingkungan pendidikan vokasi pertanian tetap sehat, aman, dan bebas narkoba.
Pelaksanaan tes urin dilakukan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi utama kemajuan sektor pertanian nasional.
“Pertanian adalah tulang punggung bangsa. Kita membutuhkan SDM yang tangguh, cekatan, dan jujur. Jangan biarkan narkoba merusak ekosistem kerja kita. Saya mengapresiasi langkah satuan kerja yang melakukan skrining kesehatan dan tes urin, karena hanya SDM yang sehat dan berintegritas yang mampu membawa Indonesia menuju lumbung pangan dunia,” ujar Mentan Amran.
Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan lembaga pendidikan vokasi harus menjadi zona integritas bebas narkoba.
“Kami berkomitmen mencetak generasi muda pertanian yang profesional dan berkarakter. Salah satu syarat utamanya adalah terbebas dari penyalahgunaan narkotika. Tes urin ini menjadi bentuk keseriusan kami menjaga lingkungan pendidikan yang sehat dan produktif,” katanya.
Kepala SMK PP Negeri Kupang Bogarth K. Watuwaya menjelaskan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin sekolah sebagai bagian dari pembinaan disiplin dan perlindungan peserta didik.
“Kami ingin memastikan SMK PP Negeri Kupang menjadi tempat belajar yang aman dan kondusif. ASN dan tenaga pendidik harus menjadi teladan bagi siswa. Lingkungan sekolah yang bersih akan melahirkan generasi pertanian yang berkualitas,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi NTT Lia Novika Ulya mengapresiasi langkah proaktif pihak sekolah.
Menurutnya, sinergi antara lembaga pendidikan dan BNN penting untuk memperkuat deteksi dini penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.
“Langkah yang dilakukan SMK PP Negeri Kupang sangat positif. Tantangan peredaran narkoba terus berkembang sehingga diperlukan pengawasan dan edukasi berkelanjutan,” katanya.
Selain tes urin, kegiatan juga diisi sosialisasi bahaya narkoba dan dampaknya terhadap kesehatan, pendidikan, serta masa depan generasi muda. Tim BNN Provinsi NTT turut memberikan edukasi terkait jenis-jenis narkotika yang mulai menyasar kalangan remaja dan pentingnya membangun daya tangkal terhadap pengaruh negatif lingkungan.
Melalui kegiatan ini, SMK PP Negeri Kupang berharap dapat memperkuat deteksi dini sekaligus membangun budaya disiplin dan kesadaran kolektif di lingkungan sekolah.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan vokasi pertanian yang bersih, sehat, dan berintegritas guna mendukung pembangunan SDM pertanian Indonesia.(*/Rilis SMK PP Negeri Kupang/ ER)







