Peningkatan Kualitas SDM Pengajar: Magang Guru Produktif SMK ATPH di BBPP Kupang Resmi Ditutup

KUPANG. NUSA FLOBAMORA–Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Kupang mengelar penutupan kegiatan Magang Guru Produktif SMK Program Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bertempat di Aula Utama BBPP Kupang Rabu 10/12/2025. Acara penutupan ini menandai berakhirnya kegiatan intensif yang diikuti oleh para guru produktif sejak 11 November 2025.

Penutupan ini merupakan puncak dari kolaborasi strategis antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT dan BBPP Kupang, dengan tujuan utama mewujudkan penguatan sektor Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura di NTT melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pengajar.

Kegiatan magang ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) yang secara konsisten menekankan bahwa pertanian masa depan berada di tangan generasi muda yang inovatif dan terampil.

Mentan menegaskan bahwa penguatan SDM melalui pendidikan dan pelatihan vokasi, seperti magang guru, adalah kunci untuk mencapai ketahanan pangan dan memajukan sektor pertanian dari hulu hingga hilir.

Senada dengan Mentan, Kepala BPPSDMP Kementan juga menegaskan bahwa BBPP sebagai pusat pelatihan harus menjadi center of excellence yang mampu mencetak petani milenial dan mendampingi guru-guru produktif agar menjadi pelatih dan pendidik yang kompeten.

Program magang ini menjadi bukti nyata komitmen Kementan dalam mempersiapkan tenaga pengajar yang mampu mengaplikasikan kurikulum berbasis praktik industri.

Fabianus Kowa Keraf selaku Ketua Tim Kerja Penyelenggaraan Pelatihan Aparatur dan Nor Apartur BBPP Kupang dalam Sambutannya menyampaikan keberhasilan program magang serta capaian para peserta dalam meningkatkan kompetensi teknis Program magang selama sebulan ini telah membekali Bapak/Ibu guru produktif dengan keterampilan aplikatif yang mutlak diperlukan di lapangan. Kami mencatat, seluruh peserta telah menyelesaikan modul praktik utama, antara lain teknik perbanyakan bibit unggul secara vegetatif dan generatif, manajemen penanaman dan pemeliharaan tanaman hortikultura modern (seperti fertigasi dan hidroponik skala kecil), serta analisis hama dan penyakit terpadu.

“Capaian ini memastikan bahwa ilmu yang dibawa pulang bukanlah sekadar teori, melainkan kemampuan praktis untuk diaplikasikan dalam Kurikulum Merdeka di SMK masing-masing,” papar Fabi.

Beliau juga menekankan bahwa program ini telah berjalan sukses berkat dukungan penuh dari seluruh stakeholder dan panitia, serta semangat belajar yang tinggi dari para guru peserta.

Mewakili seluruh rekan guru, Petrus Abu, dari SMKN 1 Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur, menyampaikan kesan dan pesan.

Ia menekankan janji seluruh peserta untuk mengimplementasikan ilmu dan pengalaman praktis yang didapatkan di BBPP Kupang ke dalam proses belajar mengajar di sekolah masing-masing.

Dalam sambutannya, Bapak Pascal menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin. “Jadikan momen ini sebagai titik balik untuk memajukan sektor pertanian di NTT. Terapkan ilmu yang telah didapat, dan jadilah duta perubahan,” pesannya.

Sebagai simbolis berakhirnya proses magang, dilakukan Pelepasan Tanda Peserta oleh Bapak Pascal Temaluru dan Bapak Fabianus Kowa Keraf, kepada dua perwakilan guru, yaitu Marselina Tango, SP (SMKN 1 Aesesa) dan Mikhael E. Sesfaot, S.Pd (SMKN Toianas).

Para guru produktif peserta magang kini diharapkan kembali menjadi agen perubahan, siap mengaplikasikan kurikulum yang lebih aplikatif, dan berkontribusi signifikan dalam menciptakan generasi petani milenial yang unggul di NTT.(*/Rilis BBPP Kupang/SW)