Langkah Awal Menata Hidup Baru, 84 Kelurga Penyintas Gempa Flores Tinggalkan Pengungsian Pulang ke Rumah

MAUMERE ,NUSA FLOBAMORA– Suasana haru bercampur bahagia menyelimuti Gedung Olahraga (GOR) Samador, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur ( NTT) pada Senin (24/8) sore. Sebanyak 84 Kepala Keluarga (KK) atau 237 jiwa penyintas gempa bumi Magnitudo (M) 7,7 Flores, akhirnya bisa bernapas lega dan mulai kembali ke rumah mereka masing-masing.

Berdasarkan data Posko Pengungsian per pukul 18.30 WITA, kepulangan ini menjadi babak baru yang dinanti warga setelah kondisi rumah mereka dipastikan aman untuk kembali ditempati.

Sejak sore, aktivitas di dalam GOR tampak berbeda. Tidak ada lagi keputusasaan, melainkan semangat gotong royong. Para warga dengan tertib mengemas pakaian, melipat tikar, dan membersihkan sudut-sudut area yang selama seminggu terakhir menjadi saksi bisu perjuangan mereka bertahan hidup pascabencana.

Sebelum melangkah keluar dari gerbang pengungsian, senyum para penyintas semakin merekah. Petugas memanggil nama mereka satu per satu sesuai basis data Kartu Keluarga untuk menyerahkan paket bantuan kebutuhan pokok. Bekal sembako ini disiapkan agar mereka bisa langsung memulai aktivitas dapur di rumah tanpa harus kebingungan mencari bahan pangan.

“Rumah saya hanya rusak ringan di bagian dinding belakang. Setelah diperiksa petugas dan dinyatakan aman, saya langsung bersiap pulang. Rasanya rindu sekali tidur di rumah sendiri,” ujar salah satu warga yang mengemas barangnya ke dalam truk dinas.

Proses pemulangan ini berjalan humanis dan terstruktur berkat kolaborasi erat antara BNPB, Pemerintah Kabupaten Sikka, Dinas Sosial, TNI AL, Satpol PP, dan Basarnas.

Puluhan armada truk dan mobil disiagakan penuh untuk mengantar para warga beserta barang-barang mereka langsung sampai ke depan pintu rumah.

Sebagai informasi, sejak gempa mengguncang Flores pada Sabtu (15/8) lalu, GOR Samador sempat menampung hingga 300 KK atau 1.290 jiwa. Dengan pulangnya sebagian warga, saat ini masih tersisa 216 KK atau 1.053 jiwa di pengungsian yang rumahnya membutuhkan penanganan lebih lanjut.

BNPB JAMIN KEAMANAN dan SIAPKAN SKEMA BANTUAN

Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB menegaskan bahwa kepulangan ini diprioritaskan bagi warga yang struktur rumahnya terverifikasi aman dari risiko roboh.

Untuk mempercepat pemulihan psikologis dan ekonomi warga, BNPB bersama pemerintah daerah bergerak cepat memvalidasi tingkat kerusakan rumah sebagai dasar penyaluran bantuan keuangan:

-Rusak Ringan: Mendapat bantuan stimulan perbaikan sebesar Rp15 juta.

-Rusak Sedang: Mendapat bantuan stimulan perbaikan sebesar Rp30 juta.

-Rusak Berat: Akan dibangunkan Hunian Tetap (Huntap) yang baru dan aman gempa.

Bagi warga yang rumahnya rusak berat dan belum bisa pulang, pemerintah memberikan kepastian agar mereka tidak terlantar.

Sambil menunggu Huntap selesai dibangun, para penyintas akan mendapatkan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per bulan untuk menyewa rumah tinggal sementara yang layak, atau opsi menempati Hunian Sementara (Huntara).

Langkah penanganan yang akuntabel dan tepat sasaran ini diharapkan mampu mengembalikan roda kehidupan masyarakat Sikka.

Pulangnya ratusan jiwa dari GOR Samador hari ini menjadi simbol nyata bahwa kehidupan di Flores perlahan-lahan mulai bangkit dan kembali normal.( *ER)