KUPANG. NUSA FLOBAMORA– Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI) NTT menggelar buka puasa bersama, santuni anak yatim dan pembagian sembako, mualaf, Janda dan kaum dhuafa.
Kegiatan yang dilaksanakan, pada Senin 16 Maret 2026 di Sekretariat Parmusi NTT, melibatkan Lembaga Dakwah Parmusi (LDP) dan seluruh pengurus Parmusi NTT.
Ketua Parmusi NTT, Hj Ening Murtiningsih, saat ditemui di sela-sela kegiatan mengatakan pada momen berahmat ini pihaknya berbagi berkah.
“Alhamdulillah, pada hari ini Parmusi NTT, menyantuni 15 anak yatim piatu dan 10 orang mualaf, duafa dan janda,” kata Hj Ening.
Menurutnya, kegiatan ini bisa terlaksana berkat kerja sama seluruh pengurus Parmusi NTT dan juga ada donatur yang memang care dengan dakwah Parmusi yaitu, Dr Silvi dari Bantul yang pernah diajak ke kampung Suka bitete Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur( NTT), untuk melihat kondisi masyarakat disana.
Menurut, Ening, anak yatim piatu yang 15 orang yang disantuni ini, betul-betul anak-anak yang belum pernah tersentuh oleh bantuan, mereka bermukim di Kelurahan Namosain, belakang Masjid Attin Kota Kupang.
Untuk makna berbagi di bulan suci Ramadan ini, Ening mengatakan, Nabi Besar Muhammad SAW bersabda yang artinya, seabdol-abdolnya, sebaik- baiknya sesempurnanya bersedekah itu di bulan Ramadhan ini.
” Kita sementara meneladani , tauladan Nabi Besar Muhammad SAW untuk melakukan yang sudah diajarkan. Untuk momen di penghujung Ramadhan ini, kita berharap mendapat ” Lailatul Qadar”. Mudah-mudahan dengan sedikit sedekah ini Allah SWT limpahruahkan , lipat gandakan pahalanya kepada kita terutama untuk dakwahnya Parmusi kedepan,” kata Ening yang sudah 2 periode pimpin Parmusi NTT.
Dirinya menambahkan, ada hak fakir miskin yang di dalam Al Quran bahwa Allah menitipkan rifki kesetiap orang untuk diberikan kepada orang lain.
“Pada saat ini Alhamdulillah teman-teman juga pada saat diketuk hatinya, semuanya bersemangat untuk berbagi,” katanya.
Jadi maknanya berbagi itu adalah sesungguhnya kebutuhan. Mengapa kebutuhan yaitu, sebagai wujud syukur kepada Allah SWT, dianjurkan untuk bersedekah setiap hari apalagi di bulan Ramadan ini, bulan sedakah, bulan Al quran, bulan yang sungguh kebaikan yang dilipatgandakan.
” Jadi sesulit apapun kondisi keadaan kita, tetap kita harus berbagi dan itu pintu pembuka rejeki, untuk mengetuk langit dengan sedekah. Karena tidak ada catatan orang yang dermawan itu bangkrut,” ujarnya.
Ustajah yang perpenampilan sederhana dan bersahaja ini, mengatakan kepada sesama, bahwa orang yang selalu memberi, menafkahkan hartanya baik dalam keadaan lapang maupun dalam keadaan sempit itu tandanya taqwa.
“Jadi kalau kita selalu bersedekah berarti kita bertaqwa, sehingga insya allah orang bertaqwa itu akan senang untuk bersedeqah,” pungkasnya.(ER)







