KUPANG. NUSA FLOBAMORA—-Sebagai salah satu lembaga vokasi Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menyiapkan generasi muda pertanian yang siap bersaing di dunia kerja, Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK PP) Negeri Kupang terus berkomitmen dalam menhasilkan kualitas mutu lulusan berkualitas.
SMK PP Negeri Kupang secara resmi menyelenggarakan Penilaian Akhir Semester (PAS) Genap Tahun Pelajaran 2025/2026 bagi seluruh siswa kelas XII dari tiga kompetensi keahlian utama: Agribisnis Ternak Ruminansia (ATR), Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), serta Keperawatanhatan Hewan (KH).
Pelaksanaan PAS ini akan berlangsung dari 23 – 27 Februari 2026 dan diikuti oleh seluruh siswa kelas XII.
Kegiatan ini bukan sekedar rutinitas akademik, melainkan fase krusial bagi siswa tingkat akhir sebelum mereka terjun ke dunia industri atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
PAS kali ini dirancang untuk menguji sejauh mana penguasaan teori dan kematangan mental siswa dalam menghadapi tantangan sektor agribisnis yang kian dinamis.
Tujuan utama dari pelaksanaan PAS bagi siswa kelas XII ini adalah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian pembelajaran selama masa studi. Bagi siswa jurusan ATR , Adan KH, ujian ini menjadi barometer pemahaman mereka terhadap manajemen kesehatan dan budidaya ternak.
Sementara bagi siswa ATPH, fokus evaluasi terletak pada penguasaan teknologi budidaya tanaman yang berkelanjutan.
Manfaat dari kegiatan ini sangat dirasakan oleh para siswa. Selain sebagai syarat kelulusan, PAS memberikan gambaran objektif mengenai peta kemampuan diri mereka.
Dengan hasil penilaian ini, sekolah dapat memetakan lulusan mana yang siap diserap langsung oleh pasar kerja, mana yang berpotensi menjadi wirausaha muda (entrepreneur), dan mana yang siap bersaing di jalur akademis perguruan tinggi.
Langkah SMK PP Negeri Kupang ini sejalan dengan visi besar Kementerian Pertanian dalam mencetak jutaan petani milenial dalam mendukung program pemerintah yaitu swasembada pangan berkelanjutan.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa pendidikan vokasi adalah kunci utama transformasi pertanian tradisional menuju pertanian modern.
“Pertanian saat ini tidak lagi hanya soal cangkul dan lahan, tapi soal teknologi, inovasi, dan manajerial. Saya menaruh harapan besar pada pundak anak-anak muda di SMK PP. Kalian adalah motor penggerak kedaulatan pangan masa depan. Teruslah belajar dan jadilah lulusan yang kompeten, karena di tangan kalianlah masa depan sektor pertanian bangsa ini dipertaruhkan,” tegas Mentan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arshanti, juga menyoroti pentingnya kualitas SDM pertanian yang adaptif terhadap teknologi digital dan mekanisasi.
“Kita tidak hanya butuh lulusan yang pintar secara teori, tapi yang memiliki skill mumpuni dan mentalitas baja. Penilaian akhir ini adalah langkah awal untuk membuktikan bahwa siswa SMK PP N Kupang siap menjadi SDM yang mandiri, modern, dan profesional. Harapan saya, lulusan tahun ini bisa langsung berkontribusi nyata di masyarakat,” ujar Idha.
Kepala SMK PP Negeri Kupang, Bogarth K. Watuwaya saat memantau pelaksanaan ujian, menyatakan rasa bangganya terhadap dedikasi para siswa kelas XII.
Beliau menekankan bahwa proses evaluasi ini dilakukan dengan standar ketat guna menjamin kualitas lulusan.
“Pelaksanaan PAS bagi jurusan ATR, ATPH, dan KH tahun ini kami laksanakan dengan penuh integritas. Harapan saya bagi seluruh siswa kelas XII adalah jangan pernah merasa cukup dengan ilmu yang didapat di sekolah. Jadilah lulusan yang mampu menciptakan lapangan kerja baru di daerah masing-masing. Kami ingin kalian menjadi wajah baru pertanian NTT yang lebih maju dan kompetitif,” tutur Kepala SMK PP Negeri Kupang.
Ujian yang berlangsung selama satu pekan ini diharapkan dapat memacu semangat kompetisi yang sehat di antara para siswa.
Dengan kombinasi kurikulum yang berbasis industri dan evaluasi yang terukur, SMK PP Negeri Kupang optimistis bahwa lulusan tahun ini akan menjadi amunisi baru yang tangguh bagi sektor pertanian nasional, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur.(*/Rilis SMK PP Negeri Kupang/ ER)






