Air Mata Haru Ibu Elisabeth di Sikka, 30 Tahun Menumpang Tetangga, Kini Rumahnya Terang Berkat PLN

SIKKA, NUSA FLOBAMORA— Tiga dekade bukan waktu yang singkat untuk hidup dalam keterbatasan. Selama 30 tahun, Elisabeth Maria Meli—seorang janda dan ibu rumah tangga di Kelurahan Madawat, Kabupaten Sikka—harus menyambung asa dengan menumpang aliran listrik dari rumah tetangganya. Akibat keterbatasan ekonomi, seutas kabel penarik menjadi satu-satunya tumpuan demi secercah penerangan saban malam.

Namun, penantian panjang itu akhirnya berakhir manis.

Memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 sekaligus Hari Sumpah Pemuda, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Bagian Timur hadir membawa perubahan lewat program Light Up The Dream (LUTD).

Melalui donasi sukarela para pegawai PLN, rumah Ibu Elisabeth kini resmi dialiri sambungan listrik mandiri.

Isak haru tak membendung rasa syukur Elisabeth saat meteran listrik baru terpasang di dinding rumahnya.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PLN. Selama hampir 30 tahun saya harus menumpang listrik tetangga. Puji Tuhan, akhirnya saya bisa memiliki sambungan listrik dan lampu sendiri,” ungkap Elisabeth penuh haru.

Manager PLN UP3 Flores Bagian Timur, Eko Riduwan, menjelaskan bahwa program LUTD merupakan panggilan kemanusiaan insan PLN untuk memastikan keadilan energi menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

“Momentum Hari Sumpah Pemuda dan HLN ke-81 ini menjadi pengingat bagi kami. Kehadiran PLN bukan sekadar mengalirkan listrik, tetapi membawa misi kemanusiaan. Melalui donasi murni dari hati para pegawai, kami ingin mewujudkan kemandirian energi bagi Ibu Elisabeth untuk meringankan aktivitas harian beliau,” ujar Eko.

Apresiasi serupa datang dari pemerintah daerah setempat. Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Madawat, Gaudensia Maria Droste Wea, menilai bantuan ini mengembalikan martabat warganya yang sekian lama hidup dalam ketergantungan.

“Bantuan ini begitu berarti. Kehadiran listrik mandiri memberikan rasa aman, nyaman, dan martabat tersendiri bagi Ibu Elisabeth. Semoga program mulia ini terus berkelanjutan dan menyentuh lebih banyak warga prasejahtera,” harap Gaudensia.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT), F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa solidaritas sosial merupakan napas pengabdian PLN di bumi Flobamora.

“Program Light Up The Dream adalah esensi gotong royong. Semangat Sumpah Pemuda menyalakan motivasi kami untuk terus menghadirkan keadilan energi di NTT, mengubah keterbatasan menjadi senyuman, dan menerangi masa depan masyarakat,” tegas F. Eko Sulistyono.

Bagi Ibu Elisabeth, meteran listrik tersebut bukan sekadar instalasi kWh meter biasa. Alat itu adalah simbol bahwa ia tidak lagi berjalan sendiri dalam kegelapan, melainkan jembatan menuju kehidupan yang lebih mandiri dan penuh harapan.(*ER)