RUTENG ,NUSA FLOBAMORA— Lima hari pascagempa tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang meluluhlantakkan Pulau Flores, ribuan warga di Kecamatan Lelak, Kabupaten Manggarai, masih hidup dalam nestapa.
Hingga Rabu (19/8/2026), mayoritas korban selamat mengaku sama sekali belum tersentuh bantuan logistik maupun medis dari pemerintah daerah.
Kondisi ini memicu kekesalan mendalam di kalangan warga.
Mereka menilai pemerintah terkesan tebang pilih dan mengabaikan nasib korban di wilayah pelosok.
Hanya Dua Desa yang Tersentuh.
David, seorang warga Kecamatan Lelak, mengungkapkan bahwa dari total 10 desa yang terdampak parah di wilayahnya, baru dua desa yang mendapatkan distribusi bantuan.
“Kami di Desa Bangka Lelak belum menerima bantuan sama sekali. Dari 10 desa, baru Desa Urang dan Desa Ndiwar yang diakomodasi. Lalu bagaimana dengan nasib kami yang lain?” ujar David dengan nada kecewa saat dihubungi melalui pesan WhatsApp.
Ia menambahkan, berdasarkan pantauan di media sosial, pergerakan bantuan pemerintah tampak hanya berpusat di wilayah Reo. Sementara itu, desa-desa terpencil lainnya seolah luput dari radar posko penanggulangan bencana.
“Apakah kami bukan warga yang terdampak? Apakah kami ini bukan warga Kabupaten Manggarai?” gugatnya defensif.
Bertahan di Tenda Darurat yang Dingin
Penderitaan serupa dialami oleh Thomas, warga Kampung Wakel, Dusun Rejeng, Desa Bangka Lelak. Sejak guncangan hebat merobohkan rumah tinggalnya hingga rata dengan tanah, ia dan seluruh anggota keluarganya terpaksa mengungsi.
Kini, mereka harus bertahan hidup di bawah tenda darurat seadanya dengan logistik yang kian menipis, didera ketidakpastian kapan uluran tangan pemerintah akan tiba.
“Toe di ma tiba lami bantuan situ (Kami belum menerima bantuan apa pun di sini),” tutur Thomas lirih dalam bahasa daerah setempat.
Dampak Gempa M7,7 Flores
Sebagai informasi, gempa bumi dahsyat berkekuatan M7,7 berpusat di Timur Laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, mengguncang Pulau Flores pada Sabtu pagi (15/8/2026). Pergeseran lempeng tektonik ini memicu kerusakan masif di beberapa kabupaten, termasuk Manggarai.
Bencana regional ini dilaporkan telah menelan puluhan korban jiwa, menyebabkan ratusan warga luka-luka, dan memaksa ribuan kepala keluarga mengungsi ke posko-posko darurat akibat ribuan rumah tinggal serta gedung fasilitas publik yang roboh total(*ER)






