KUPANG, NUSA FLOBAMORA—Kementerian Pertanian (Kementan) terus bergerak cepat dan strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing untuk menyiapkan regenerasi petani di Indonesia.
Guna menyaring generasi muda berkualitas yang siap terjun ke sektor Pertanian maupun Peternakan , Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK PP) Negeri Kupang, sebagai salah satu institusi pendidikan vokasi di bawah naungan Kementerian Pertanian, menggelar rangkaian Tes Tertulis Potensi Akademik (TPA) dan Wawancara bagi para 108 Calon Peserta Didik Baru (CPDB) tahun ajaran 2026/2027, Senin (15/06/2025).
Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menargetkan transformasi pertanian tradisional menuju pertanian modern yang berbasis teknologi. Sektor pertanian membutuhkan semangat kaum muda yang inovatif, kreatif, dan melek teknologi untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa masa depan pangan bangsa berada di tangan generasi muda. Pendidikan vokasi pertanian memiliki peran yang sanat penting sebagai kawah candra yang akan menghasilkan generasi penerus disektor pertanian.
“Kita tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara lama. Pertanian saat ini dan ke depan adalah pertanian yang cerdas, efisien, dan berbasis teknologi. Melalui lembaga pendidikan vokasi, Kementerian Pertanian berkomitmen melahirkan calon-calon petani muda tangguh yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu membuka lapangan pekerjaan baru di daerah masing-masing,” ujar Mentan Amran.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arshanti, menyatakan bahwa proses seleksi yang ketat dan transparan menjadi kunci utama dalam menghasilkan SDM pertanian yang unggul.
“Kami di BPPSDMP fokus pada kualitas, bukan sekadar kuantitas. Penjaringan melalui tes tulis dan wawancara ini didesain untuk mengukur sejauh mana komitmen, kapasitas, dan kecintaan para calon siswa terhadap dunia pertanian. Kita ingin mereka masuk ke SMK PP dengan kebanggaan dan keluar sebagai pionir pembangunan pertanian di wilayahnya,” tegasnya.
Kepala SMK PP N Kupang Bogarth K. Watuwaya menyampaikan bahwa Sebagai ujung tombak pelaksana pendidikan vokasi pertanian di Nusa Tenggara Timur, SMK PP Negeri Kupang memastikan seluruh proses penerimaan siswa baru berjalan sesuai standar yang ditetapkan. Kepala SMK PP Negeri Kupang mengungkapkan optimismenya terhadap antusiasme para pendaftar tahun ini.
“Kami siap memfasilitasi dan mendidik anak-anak muda terbaik ini. Tes tulis dan wawancara ini bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen penting bagi kami untuk mengenali potensi awal, karakter, serta kesiapan mental calon siswa dalam mengikuti pola pendidikan semi-militer dan praktik lapangan yang padat di SMK PP Negeri Kupang,” jelasnya.
Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) melalui jalur seleksi ketat ini bertujuan untuk menyaring calon siswa yang memiliki minat kuat, bakat, serta ketahanan fisik dan mental di bidang pertanian.
Manfaat dari kegiatan seleksi ini antara lain memastikan calon peserta didik memiliki kemampuan akademik dasar yang memadai untuk menyerap kurikulum vokasi pertanian modern, mengidentifikasi komitmen dan integritas calon siswa melalui sesi wawancara mendalam dan menjaga kualitas lulusan agar tetap berdaya saing tinggi di pasar kerja nasional maupun internasional.
Ketua Panitia Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Herlystin Mooy memberikan keterangan mengenai teknis pelaksanaan kegiatan di lapangan.
“Pelaksanaan TPA dan wawancara hari ini berjalan dengan lancar dan tertib. Kami menurunkan tim penguji yang objektif untuk menggali motivasi asli dari para calon siswa. Kami juga sangat ketat mengenai berkas kesehatan mandiri dari rumah sakit yang dibawa peserta, karena fisik yang sehat adalah modal utama untuk belajar di sektor pertanian,” ungkapnya.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan seleksi yang terstruktur ini, SMK PP Negeri Kupang menaruh harapan besar bagi masa depan pertanian Indonesia. Diharapkan, proses ini dapat melahirkan input siswa yang tidak hanya unggul secara akademis, namun juga memiliki kedisiplinan tinggi, fisik yang sehat, dan mentalitas pantang menyerah.
Siswa-siswi yang terpilih nantinya diharapkan mampu bertransformasi menjadi job seeker yang kompeten di industri agribisnis atau bahkan menjadi job creator (wirausahawan muda) yang mampu memajukan perekonomian daerah melalui inovasi pertanian modern.(*Rilis SMK PP Negeri Kupang/ ER)







