KUPANG ,NUSA FLOBAMORA– Pergerakan harga barang dan jasa di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan tren melandai. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT memotret perekonomian Bumi Flobamora mengalami deflasi sebesar 0,40 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Agustus 2026.
Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira B. Kale memaparkan langsung performa Indeks Harga Konsumen (IHK) tersebut dalam konferensi pers yang digelar di Aula Kantor BPS NTT, Selasa (1/9/2026).
Kendati mencatat deflasi dalam skala bulanan, fundamental ekonomi NTT tetap terjaga. Terbukti, inflasi tahun kalender (Januari–Agustus 2026) nangkring di angka 1,45 persen. Sementara itu, inflasi tahunan (year-on-year/yoy) NTT berada di level 2,59 persen—sedikit merangkak naik jika disandingkan dengan capaian Juli 2026 yang bertengger di posisi 2,43 persen.
Laju Deflasi Dipicu Koreksi Harga Ayam, Telur, dan Tomat
Aksi turun harga pada Agustus 2026 ini motori oleh koreksi harga di tiga dari 11 kelompok pengeluaran.
Sektor makanan, minuman, dan tembakau menjadi pemicu utama setelah terkontraksi sedalam 1,13 persen, dengan andil deflasi dominan mencapai 0,43 persen.
Sektor transportasi mengekor di belakangnya dengan deflasi 0,46
(andil 0,06 persen).
Secara spesifik, komoditas bahan pangan yang sukses meredam gejolak harga di pasar antara lain:
-Daging ayam ras: andil deflasi 0,16 persen
-Telur ayam ras: andil deflasi 0,12 persen
Tomat: andil deflasi 0,11 persen
-Cabai rawit: andil deflasi 0,09 persen
BPS mengonfirmasi bahwa melimpahnya pasokan pangan dan hasil produksi lokal menjadi stimulus utama penurunan harga ini, yang kebetulan berbarengan dengan melonggarnya permintaan pasar.
Selain itu, faktor cuaca yang kondusif dan rantai distribusi yang kian mulus turut andil menjaga stabilitas harga pangan di NTT.
Sektor Penyeimbang yang Menahan Penurunan
Di sisi lain, deflasi yang lebih dalam berhasil diredam oleh lompatan harga di beberapa sektor strategis. Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan justru unjuk gigi dengan mencetak inflasi sebesar 0,68 persen (andil 0,04 persen).
Komoditas yang terpantau bergerak naik dan menahan laju deflasi meliputi:
-Ikan tembang: andil inflasi 0,06 persen
-Ikan kembung: andil inflasi 0,04 persen
-Pelumas/oli: andil inflasi 0,04 persen
Inflasi Tahunan Kokoh di Angka 2,59 Persen
Secara tahunan (yoy), denyut ekonomi NTT masih memperlihatkan tren pertumbuhan yang sehat dan stabil dengan inflasi terukur sebesar 2,59 persen.
Inflasi tahunan ini disokong oleh kenaikan harga pada 10 dari 11 kelompok pengeluaran.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya tampil sebagai motor penggerak utama inflasi tahunan dengan lonjakan 0,87 persen, dibayangi ketat oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang naik sebesar 0,58 persen.( ER)







