KUPANG. NUSA FLOBAMORA– Batalyon Arteleri Pertahanan Udara (Arhanud ) 32 Pasgat merupakan satuan baru yang bertugas mengawali alutsista untuk pengamanan khususnya objek vital yang berada di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Perbedaan dengan Lanud El Tari satuan Lanud ini mempunyai atasannya Mabes AU sedangkan Arteleri Pasgat ini atasan langsung ke Marko Pasgat , walaupun berbeda tapi saling mendukung.
Ketika Lanud membutuhkan dukungan baik pengamanan , kegiatan protokoler dan lain-lainnya Arhanud siap mendukung.
Hal ini disampaikan Komandan Arhanud 32 Pasgat, Letkol Pas Tunggul Dwi Asmoro saat kegiatan Media Gathering bertempat di Batalyon Arhanud 32 Pasgat, Penfui Rabu (13/ 5/2026).
Letkol Pas Tunggul Dwi Asmoro menjelaskan, saat ini satuannya sudah melaksanakan pergelaran yang sudah dicoba di Lanud El Tari di sepanjang landasan udara.
“Nanti Alutsista kami kedepan, mudah-mudahan akan terdukung seiring berjalannya pembangunan satuan kami nanti. Yang sudah kita miliki saat ini adalah, “Rudal Oerlikon” sehingga oerlikon ini akan mengawaki satuan atau pertahanan udara dalam hal ini di wilayah NTT khususnya objek vital nasional, karena Lanud ini termasuk objek vital nasional dari ancaman luar, khususnya dari Australia,” jelasnya.
Perlu diketahui bahwa jarak Australia dengan NTT ini hanya 500 Kilometer, itu jarak yang sangat efektif untuk pertahanan udara sehingga perlu diantisipasi hal-hal yang mungkin tidak pernah terpikirkan.
Ditanya soal gangguan keamanan selama ini, Letkol Pas Tunggul Dwi Asmoro menjawab, Untuk gangguan dari luar pasti ada, karena disini yang terdekat ada satuan radar di Desa Buraen Kabupaten Kupang, NTT.Jangkauan radar tersebut jauh sekitar 400 -450 km sehingga itu yang mampu mengcover atau mata-mata di wilayah NTT.
Soal pelanggaran, ada beberapa yang sifatnya pelanggaran, mungkin dari Airline sipil Australia melintas memasuki perbatasan udara NTT, mungkin hanya melintas saja, belum sampai mengancam.
Perlu diwaspadai juga gangguan-gangguan pesawat terutama drone-drone.
“Pernah kami pantau tahun 2021- 2022 kejadiannya di Labuan Bajo dan Bandaranya juga Bandara Internasional dan di Bandara Eltari ini juga akan menjadi Bandara Internasional kedepannya. Turis di Bandara Labuan Bajo ini membawa seperangkat ” Front” nah mereka akan menerbangkan. Kebetulan di Bandara Labuan Bajo itu masih bebas dan Turis ini mungkin menghindar dari wilayah landasan, karena memang landasan ini punya ijin khusus untuk menerbangkan Front kalau tidak mereka akan otomatis Front itu tidak bisa terbang,” ujarnya.
Ketika disini Front tersebut tidak terdaftar oleh Lanud setempat, secara otomatis dia akan drone Front tersebut. Mereka akan membawa ke lokasi tertentu untuk menerbangkan.
Front tersebut ini jangkauannya sangat luas, mereka akan bisa tahu posisi- posisi di mana letak yang paling jauh letak pengamannya di mana, itu yang perlu di antisipasi.
Letkol Pas Tunggul Dwi Asmoro berharap satuan baru ini Arteleri Pasgat mampu eksis dan mendukung semua kegiatan baik itu kegiatan yang bersifat Operasi Militeter Perang( OMP), seperti ancaman, gangguan baik wilayah udara maupun terjadi konflik di NTT itu termasuk dalam OMP.
Sedangkan OMS ini misalnya, terjadi bencana, angin Seroja pada Tahun 2021, yang membutuhkan bantuan, atau mungkin kegiatan bhakti sosial. Itu sangat baik sinergi antara TNI dengan masyarakat sekitarnya.(ER)






