KUPANG. NUSA FLOBAMORA– Badan Pusat Statistik (BPS) NTT kembali merilis laju perkembangan inflasi di Provinsi NTT pada Januari 2026.
Secara umum untuk NTT terjadi Inflasi Year on Year (y-on-y) sebesar 3,34 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,65. Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Waingapu sebesar 4,77 persen.
Inflasi tertinggi terjadi di Waingapu sebesar 4,77 persen dengan IHK sebesar 111,52 dan Inflasi terendah terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan sebesar 2,38 persen dengan IHK sebesar 110,48.
Ketua Tim Statistik Distribusi Putu Dita Pickupana, SST, MIT menyampaikan, inflasi y-on-y Januari 2026 terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya 9 dari 11 indeks kelompok pengeluaran.
Yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,19 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,14 persen.
Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 10,25 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,14 persen.
Kelompok kesehatan sebesar 1,92 persen; kelompok transportasi sebesar 0,06 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,63 persen.
Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,42 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 19,33 persen.
Sementara itu lanjutnya, kelompok yang mengalami penurunan indeks harga, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,63 persen dan kelompok pendidikan sebesar 2,29 persen pada Januari 2026.
Provinsi Nusa Tenggara Timur mengalami inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,65 persen pada Januari 2026.(*/ER)






