KUPANG. NUSA FLOBAMORA– Kasus HIV/AIDS di Kota Kupang saat ini cukup mengkhawatirkan dimana per September 2025 tercatat ada 2.539 kasus.
Temuan mengejutkan bahwa pelajar dan mahasiswa penyumbang persentase lebih tinggi (10%) dibandingkan pekerja seks komersial (PSK) (8%) dan ini menunjukkan pergeseran penularan.
Terhadap kondisi ini Wakil Gubernur NTT, Irjen Pol ( Purn) Drs Jhoni Asadoma, M.Hum mengeluarkan peringatan keras mengenai bahaya HIV/AIDS kepada masyarakat Kota Kupang bahkan seluruh wilayah NTT untuk selalu waspada.
Wagub Johni Asadoma menyampaikan hal ini saat silahturahmi dengan para wartawan, Jumat 2 Januari 2026 di Aula Rumah Jabatan Wakil Gubernur NTT.
Dikatakan Wagub Jhoni, HIV/AIDS itu bukan ancaman yang akan datang, tapi sudah di depan mata. Ia merusak masa depan, menghancurkan keluarga dan membunuh masa depan generasi.
“Hubungan tidak sehat harus dihentikan karena akan merusak keluarga dan membunuh harapan generasi,” tegas Wagub Jhoni.
Menurutnya, pemikiran masyarakat masih keliru menganggap HIV/AIDS ini sebagai isu kelompok tertentu, padahal virus ini tidak mengenal batas sosial, agama maupun status sosial ekonomi.
Fakta yang mengerikan dari HIV/ AIDS ini, seorang suami menularkan penyakit ini kepada istrinya atau sebaliknya lalu berlanjut kepada anak- anaknya, maka bukan hanya tubuh tetapi sendi-sendi keluarga akan hancur.
Untuk itu Wagub Jhoni meminta kepada wartawan untuk selalu gencar melakukan kampanye dan mengedukasi masyarakat tentang bahaya dan dampak dari HIV/ AIDS.
“Mari bersama lindungi keluarga dengan setia pada pasangan,” pinta mantan Kapolda NTT ini.(ER)






