KUPANG. NUSA FLOBAMORA– Dalam upaya menyiapkan regenerasi petani muda yang profesional dan adaptif terhadap teknologi, SMK Pertanian Pembangunan (SMK PP) Negeri Kupang memperkuat pembelajaran berbasis praktik.

Salah satunya melalui praktikum persiapan sawah menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang dilaksanakan pada Senin (19/01/2026).

Praktikum diikuti peserta didik kelas X Program Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH). Kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum vokasi yang menekankan penguasaan kompetensi teknis pengolahan lahan sawah secara mekanis.

Peserta didik dilatih mengoperasikan traktor roda dua, mulai dari pembajakan hingga perataan lahan sebagai tahap awal budidaya padi.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknis peserta didik dalam mengoperasikan alsintan, memahami tahapan persiapan lahan sawah yang sesuai standar, serta menanamkan disiplin, tanggung jawab, dan keselamatan kerja.

Selain itu, mekanisasi pertanian diperkenalkan sebagai solusi atas keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian.

Melalui praktikum ini, peserta didik memperoleh peningkatan keterampilan pengolahan lahan, pemahaman pertanian modern, serta pengalaman kerja lapangan yang mendorong minat berkarier di sektor pertanian. Kegiatan juga melatih kerja tim dan kemampuan menyelesaikan persoalan teknis di lapangan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa regenerasi petani menjadi agenda utama pembangunan pertanian nasional.

“Regenerasi petani harus dibarengi dukungan nyata berupa pendampingan, teknologi, dan permodalan. Tanpa itu, regenerasi hanya akan menjadi wacana,” tegas Mentan Amran.

Senada, Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa pendidikan vokasi pertanian harus selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

“Praktikum pengolahan sawah menggunakan alsintan membekali peserta didik dengan keterampilan riil. Lulusan SMK PP diharapkan siap kerja, siap berwirausaha, dan siap menjadi pelaku utama pembangunan pertanian di daerah,” ujarnya.

Kepala SMK PP Negeri Kupang Bogarth K. Watuwaya menyebutkan bahwa praktikum menjadi instrumen penting dalam mencetak lulusan berdaya saing.

“Kami berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan lapangan. Melalui praktik langsung, peserta didik dibekali keterampilan yang dapat diterapkan secara nyata di sektor pertanian,” katanya.

Ketua Program Studi ATPH Pedro D. S. Martins menambahkan bahwa pembelajaran praktik mempercepat pemahaman peserta didik terhadap materi.

“Peserta didik dibiasakan mengoperasikan alsintan sesuai standar operasional dan keselamatan kerja sehingga siap menghadapi kondisi lapangan,” jelasnya.

Melalui praktikum ini, peserta didik mengaplikasikan teori kelas ke praktik nyata, memahami proses persiapan sawah secara menyeluruh, serta dibekali pengetahuan perawatan alsintan agar berfungsi optimal.

Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan minat, keterampilan, dan peran aktif peserta didik sebagai agen perubahan di lingkungan sekitarnya.(*/Rilis SMK P Negeri Kupang/ ER)

error: Content is protected !!