KUPANG. NUSA FLOBAMORA– Upaya pemerintah untuk menstabilkan harga beras terus bergulir di berbagai daerah, termasuk di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Salah satu langkah nyata dari Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMKPP) Negeri Kupang turut ambil bagian dalam mendistribusikan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa lembaga pendidikan vokasi pertanian tidak hanya berperan dalam mencetak generasi muda terampil, tetapi juga dapat hadir sebagai garda depan dalam menjaga kesejahteraan masyarakat melalui akses pangan terjangkau.

Penjualan beras SPHP yang dilakukan oleh SMKPP Negeri Kupang mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar.

Melalui gerai penjualan yang dibuka di lingkungan sekolah, masyarakat bisa mendapatkan beras dengan harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah, jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar yang sempat melonjak dalam beberapa minggu terakhir.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman dalam keterangannya menegaskan bahwa intervensi pemerintah melalui program SPHP sudah mulai menunjukkan hasil positif di lapangan.

Ia menyampaikan bahwa stok beras nasional berada dalam kondisi aman dan harga perlahan mulai terkendali.

“Kita jangan lagi berprasangka macam-macam. Pemerintah sudah bekerja keras. Kuncinya stok aman, harga beras turun, dan petani tetap sejahtera,” ujar Mentan.

Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini.

“Polbangtan/PEPI serta SMK PP di bawah BPPSDMP harus menjadi lembaga pendidikan vokasi yang tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga menunjukkan kepedulian nyata pada masalah pangan. Penjualan beras SPHP seperti ini merupakan bentuk pengabdian dalam melayani masyarakat tidak hanya dalam bidang pendidikan tetapi juga dalam kontribusi menjaga stabilitas harga pangan,” ungkapnya.

Kepala SMKPP Negeri Kupang, Bogarth K. Watuwaya, menyatakan bahwa pihaknya merasa terhormat dapat dipercaya menjadi bagian dari program nasional ini.

“Kami berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan. Dengan menjadi salah satu titik penyaluran beras SPHP, kami ingin membantu masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau. Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya membantu mengendalikan harga, tetapi juga mempererat hubungan sekolah dengan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Bagi masyarakat di sekitar SMKPP Negeri Kupang, kegiatan ini terasa sangat membantu.

Di tengah kondisi harga beras yang sempat menekan daya beli, adanya penjualan beras SPHP di lingkungan sekolah memberi kesempatan bagi keluarga untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Tidak sedikit warga yang mengungkapkan rasa syukur dan berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan lebih sering dan meluas ke daerah lain.

Dengan berbagai manfaat tersebut, SMKPP Negeri Kupang membuktikan diri sebagai institusi pendidikan vokasi yang tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga memberi solusi konkret bagi persoalan pangan bangsa.

Kolaborasi antara sekolah, pemerintah daerah, Bulog, serta masyarakat menunjukkan bahwa stabilisasi harga pangan dapat dicapai bila seluruh elemen mau bergandengan tangan.

Ke depan, SMK PP Negeri Kupang berkomitmen untuk terus memperkuat perannya, baik sebagai pusat pendidikan vokasi unggulan maupun sebagai mitra pemerintah dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.(*/Rilis SMK N PP Kupang/ER)

error: Content is protected !!