KUPANG. NUSA FLOBAMORA– Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan 2026, Pemerintah Kota Kupang dalam hal ini Dinas Ketahanan Pangan yang bergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan berkolaborasi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT menggelar pangan murah.
Tujuannya memperkuat langkah strategis untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi sekaligus menekan potensi lonjakan inflasi pangan yang kerap terjadi menjelang puasa.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kupang, Muhammad Khairil, S.STP., M.Si mengatakan hal ini saat di temui di ruang kerjanya, Kamis 5 Februari 2026.
“Kami dari Ketahanan Pangan sudah bersurat ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, agar bisa bekerja sama dalam melaksanakan pangan murah di wilayah Kota Kupang,” ujarnya.
Pangan murah ini direncanakan akan dilaksanakan di masjid-masjid karena pada waktu Hari Raya Natal dan Tahun Baru sudah dilaksanakan di gereja-gereja.
Secara historis jelang Ramadhan dan Hari Raya ini selalu terjadi inflasi, namun demikian menurut Khairil, dari TPID akan melaksanakan sidak yang nantinya akan dipimpin oleh Wali Kota atau Wakil Wali Kota ataupun Sekda serta Dinas terkait di dalamnya.
Sidak dimaksudkan untuk melihat perkembangan pasar dan distribusi di lapangan baik pasar tradisional maupun pasar modern untuk memantau perkembangan harga, memastikan distribusi berjalan lancar dan segera di antisipasi.
Muhammad Khairil berharap, melalui penguatan kebijakan dan sinergi lintas sektor, Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Ketahanan Pangan optimis stabilitas pasokan dan harga pangan jelang Ramadhan 2026 dan Hari Raya lainnya dapat terjaga. Sehingga daya beli masyarakat tetap terlindungi dan inflasi pangan dapat ditekan.
“Dengan terselenggaranya pangan murah nantinya, masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih murah di banding dengan harga pasar,” pungkasnya.
Rencana kedepannya, apabila nanti didukung oleh anggaran, lanjut Muhammad Khairil akan dibuka ” kios pangan murah”.
Dengan adanya kios pangan murah ini dirinya berharap bisa mengendalikan inflasi. Dalam kios pangan murah ini dijual harga pangan dibawah harga pasar.
Menurutnya, kios pangan murah ini sudah ada, tapi berlokasi di luar NTT. Dia berharap juga ada semacam mobil yang menjual pangan murah yang bisa menjangkau ke daerah-daerah terpencil.(ER)






