KUPANG ,NUSA FLOBAMORA– Limbah ternak yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi pupuk organik bernilai guna dan bernilai ekonomi. Keterampilan tersebut dikenalkan kepada peserta didik SMK PP Negeri Kupang melalui praktik pembuatan pupuk Bokashi berbahan dasar limbah ternak.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran vokasi untuk membekali siswa, khususnya Program Keahlian Kesehatan Hewan, dengan keterampilan praktis dalam pengelolaan limbah peternakan. Selain mendukung kebersihan lingkungan kandang, pengolahan limbah juga membuka peluang usaha di bidang pertanian dan peternakan.
Praktik pembuatan Bokashi dilakukan dengan memanfaatkan kotoran ternak yang difermentasi menggunakan mikroorganisme efektif (EM4) bersama bahan pendukung lainnya. Melalui proses tersebut, limbah peternakan diolah menjadi pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki kesuburan tanah dan mendukung kegiatan budidaya pertanian.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya menyiapkan generasi muda pertanian yang inovatif, terampil, dan mampu menciptakan nilai tambah dari potensi yang ada di sekitarnya.
“Pertanian masa depan adalah pertanian yang efisien, ramah lingkungan, dan bernilai tambah tinggi. Generasi muda tidak hanya dituntut menguasai teknik budidaya dan kesehatan ternak, tetapi juga mampu melihat peluang dari pengolahan limbah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi,” ujar Mentan Amran.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mendorong penguatan pembelajaran berbasis praktik di sekolah vokasi pertanian. Kompetensi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi lulusan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha mandiri.
“Sekolah vokasi Kementerian Pertanian perlu terus membekali peserta didik dengan keterampilan terapan yang sesuai dengan kebutuhan lapangan. Pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik merupakan salah satu bentuk penerapan konsep pengelolaan tanpa limbah atau zero waste management, sekaligus peluang untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan generasi muda pertanian,” ungkapnya.
Bagi siswa Program Keahlian Kesehatan Hewan, keterampilan mengolah limbah ternak melengkapi kompetensi dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan hewan. Pengelolaan kotoran ternak yang baik merupakan bagian dari sanitasi kandang untuk membantu menjaga kebersihan lingkungan peternakan dan mengurangi risiko penyebaran bibit penyakit.
Kepala SMK PP Negeri Kupang, Bogarth K. Watuwaya, menyampaikan bahwa pembelajaran berbasis praktik menjadi salah satu upaya sekolah dalam menyiapkan lulusan yang kompeten dan mampu memanfaatkan peluang usaha.
“Kami ingin membekali peserta didik dengan keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung di lapangan. Bagi siswa Kesehatan Hewan, kemampuan mengelola limbah peternakan melengkapi kompetensi teknis yang mereka pelajari. Dengan begitu, mereka tidak hanya memahami kesehatan ternak, tetapi juga mampu melihat potensi ekonomi dari limbah yang dihasilkan,” jelas Bogarth.
Dalam pelaksanaannya, siswa mendapatkan pendampingan dari instruktur teknis dan pendamping lapangan, mulai dari menyiapkan dan mencampur bahan, mengatur kelembapan, hingga memantau suhu selama proses fermentasi. Setiap tahapan dilakukan untuk membantu siswa memahami faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan pembuatan pupuk Bokashi.
Pendamping praktik pembuatan Bokashi, Gema Ramadhan Senin (12/10/2026), menjelaskan pembelajaran dilaksanakan melalui pendekatan praktik langsung atau learning by doing. Dengan metode ini, siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga berlatih mengamati dan mengendalikan proses fermentasi.
“Kunci pembuatan Bokashi terletak pada komposisi bahan, kelembapan, dan pengendalian suhu selama fermentasi. Siswa dibimbing untuk mengukur kadar air dan memantau suhu secara berkala sehingga dapat memahami indikator keberhasilan proses pengolahan secara lebih terukur,” terang Gema.
Melalui praktik ini, peserta didik diharapkan mampu menerapkan keterampilan yang diperoleh di lingkungan sekolah, mengembangkan usaha mandiri, maupun saat menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL). Pengetahuan tersebut juga dapat menjadi bekal untuk membantu peternak di daerah asal mengelola limbah secara lebih produktif dan ramah lingkungan.
Pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk Bokashi menunjukkan bahwa pembelajaran vokasi tidak hanya berorientasi pada penguasaan kompetensi teknis, tetapi juga pada kemampuan memecahkan persoalan di lapangan dan menciptakan nilai tambah. Melalui keterampilan tersebut, SMK PP Negeri Kupang terus berupaya menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang kompeten, mandiri, berjiwa wirausaha, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan.(* Rilis SMK PP Negeri Kupang/ER)







